ANAMBASBUDAYA PERBATASANTOKOH PERBATASAN

Kustiorini Raja Bayu Maknai Ramadan Penuh Keikhlasan

×

Kustiorini Raja Bayu Maknai Ramadan Penuh Keikhlasan

Sebarkan artikel ini
Ketua GOW Anambas Kustiorini Raja Bayu saat wawancara usai buka puasa bersama di Masjid Jami’ Al-Mujahidin Desa Matak. Selasa (10/3/2026).

“Ketua GOW Kabupaten Kepulauan Anambas mengajak masyarakat memaknai puasa Ramadan sebagai momentum meningkatkan keimanan dan kepedulian sosial.”

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kepulauan Anambas, Kustiorini Raja Bayu, menyampaikan bahwa puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menjadi momentum untuk merasakan penderitaan sesama serta memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

ANAMBAS – Bulan suci Ramadan memiliki makna yang sangat dalam bagi umat Islam. Bagi Ketua GOW Kabupaten Kepulauan Anambas, Kustiorini Raja Bayu, ibadah puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengajarkan empati terhadap sesama.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai usai kegiatan buka puasa bersama di Masjid Jami’ Al-Mujahidin, Desa Matak, Kecamatan Kute Siantan, Selasa (10/3/2026).

Menurut Kustiorini, puasa Ramadan mengajarkan umat Islam untuk benar-benar merasakan bagaimana kondisi saudara-saudara yang dalam kesehariannya tidak selalu memiliki makanan yang cukup.

“Makna puasa Ramadan itu bukan hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi bagaimana kita merasakan kondisi saudara-saudara kita yang tidak bisa makan secara normal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta melakukan introspeksi diri.

“Di bulan Ramadan ini kita lebih mendekatkan diri kepada Allah, lebih banyak beribadah, dan bermuhasabah agar ke depan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.

Kustiorini juga menuturkan bahwa puasa Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri dibanding puasa sunnah yang biasa dilakukan di luar bulan Ramadan.

“Kalau puasa sunnah memang juga sering kita lakukan, tetapi Ramadan berbeda karena dilakukan secara bersama-sama oleh umat Islam, bukan hanya di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Itu maknanya luar biasa dan kadang sulit diungkapkan dengan kata-kata,” ungkapnya.

Baca Juga:  Luar Biasa! Nelayan Anambas Sukses Kembangkan Bisnis Kerapu Dengan Omzet Miliaran Rupiah

Dalam menjalani ibadah puasa, Kustiorini mengaku lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.

Saat berbuka puasa, ia biasanya memulai dengan minum air putih dan memakan kurma sebelum melaksanakan salat Magrib.

“Biasanya kami berbuka dengan minum air putih dulu, kemudian makan kurma, setelah itu salat, lalu dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah di masjid,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya lebih menyukai makanan sehat dan rendah lemak saat sahur.

“Kalau sahur saya lebih suka makanan kukus, seperti telur, edamame, kentang, kacang tanah, dicampur dengan sayuran seperti brokoli dan juga buah-buahan,” katanya.

Menutup keterangannya, Kustiorini berharap masyarakat dapat memaknai bulan Ramadan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan nilai-nilai Islam.

“Semoga kita semua bisa memaknai bulan Ramadan ini dengan baik sesuai dengan koridor Islam dan akidah Islam, sehingga ke depan keimanan kita bisa lebih baik dari sekarang,” ujarnya. (KP).


Laporan: Azmi


 

📊 Views: 8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *