BATAM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam razia mendadak yang digelar pada Kamis, 10 Juli 2025, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang, termasuk narkoba jenis sabu dan perangkat telepon genggam.
Razia tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif dan represif, melibatkan sinergi antara Lapas Batam, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kepulauan Riau, serta aparat dari Polresta Barelang.
Kepala Lapas Batam, Yugo Indra Wicaksi, memimpin langsung kegiatan penyisiran blok hunian yang dicurigai menjadi titik rawan penyelundupan barang terlarang. Hasilnya, petugas menemukan satu paket kecil narkoba jenis sabu dan satu unit handphone yang disembunyikan secara sistematis oleh warga binaan.
“Razia mendadak ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk menciptakan Lapas yang bersih dari narkoba. Kami tidak akan mentolerir sedikit pun pelanggaran, sekecil apa pun bentuknya,” tegas Yugo.
Sebagai tindak lanjut, enam orang warga binaan yang diduga terlibat langsung dalam kepemilikan barang terlarang tersebut akan diserahkan ke Polresta Barelang untuk proses hukum lebih lanjut. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam mendukung penegakan hukum secara transparan dan akuntabel.
“Pelimpahan ini adalah bentuk kerja sama yang konkret antara Lapas Batam dan Polresta Barelang dalam upaya memutus mata rantai peredaran narkoba, termasuk di lingkungan pemasyarakatan,” lanjut Yugo.
Sementara itu, Brigjen TNI Bonar Panjaitan, Kepala Binda Kepri, memberikan apresiasi atas keberhasilan razia tersebut.
Brigjen TNI Bonar Panjaitan menyebutkan bahwa Binda Kepri akan terus mendukung penuh operasi bersih narkoba, baik di dalam maupun luar Lapas dan Rutan se-Kepri.
“Kami mendukung penuh langkah ini sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga Kepri dari ancaman narkoba. Lapas harus menjadi garda terdepan dalam rehabilitasi dan pembinaan, bukan sarang peredaran,” kata Brigjen Bonar.
Keberhasilan ini tidak hanya menambah kepercayaan publik terhadap integritas Lapas Batam, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Kepulauan Riau. (KP).
Laporan : Ides










