“Kelurahan Ranai Darat terus bergerak membangun wilayah perbatasan melalui inovasi lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.”
Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos., menegaskan komitmennya membangun kelurahan di wilayah perbatasan melalui berbagai inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat, mulai dari ekonomi keluarga, ketahanan pangan hingga pelayanan publik yang lebih dekat dengan warga.
NATUNA — Berdiri di kaki Gunung Ranai dan menghadap langsung Laut Natuna Utara, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna terus menunjukkan perkembangan sebagai salah satu wilayah strategis di beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sebagai kelurahan hasil pemekaran tahun 2007, Ranai Darat terus bergerak maju dengan berbagai inovasi pembangunan berbasis potensi lokal, pelayanan masyarakat, serta peningkatan ekonomi warga.
Lurah Ranai Darat, A. Era Juein Marisa, S.Sos., mengatakan, pembangunan wilayah perbatasan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi bagaimana pemerintah mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sebagai lurah perempuan di wilayah perbatasan, saya percaya bahwa ukuran keberhasilan pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat,” ujarnya kepada koranperbatasan.com, Selasa (23/6/2026).
Menurut Era, salah satu potensi besar Ranai Darat adalah sektor pariwisata alam berbasis Geopark. Didukung kondisi wilayah pegunungan dengan sumber air bersih alami, kawasan tersebut memiliki potensi wisata seperti air terjun, kolam renang hingga glamping (glamorous camping).
Selain sektor wisata, pihak kelurahan juga menghadirkan inovasi lingkungan melalui program pengolahan kompos yang diberi nama Radar Ecogreen.
Program tersebut memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air cucian beras, sisa sayuran, rumput, cangkang telur, buah, sekam bakar, kotoran ternak dan bahan alami lainnya menjadi produk yang lebih bermanfaat.
“Harapan kami, sampah yang dihasilkan dari rumah tangga bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi,” jelasnya.
Era menambahkan, Kelurahan Ranai Darat juga terus mendorong peningkatan ekonomi keluarga melalui usaha mandiri masyarakat, terutama keterlibatan perempuan yang dibina bersama PKK.
Melalui kreativitas dan keterampilan warga, berbagai produk lokal berhasil dikembangkan menjadi barang bernilai jual seperti tas, tempat tisu, souvenir, hingga rangkaian bunga dekoratif.
“Ini adalah salah satu bentuk usaha rumahan yang berdampak langsung kepada masyarakat sekitar, sebagai wujud nyata partisipasi perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Berkat konsistensi tersebut, produk kreatif masyarakat Ranai Darat telah mencapai penjualan ribuan produk dan memperoleh sertifikat hak cipta sebagai bentuk perlindungan terhadap hasil karya warga.
Tidak hanya ekonomi kreatif, penguatan ketahanan pangan juga menjadi perhatian utama pemerintah kelurahan. Salah satunya melalui pengembangan sagu sebagai pangan lokal unggulan masyarakat.
Menurut Era, sagu merupakan warisan lokal yang memiliki nilai penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
“Penguatan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan diwujudkan melalui pengembangan komoditas sagu sebagai pangan lokal unggulan yang mendukung kemandirian wilayah perbatasan,” terangnya.
Selain itu, warga juga didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai, daun bawang dan seledri. Langkah tersebut dinilai mampu mengurangi pengeluaran sekaligus menambah pendapatan keluarga.
Di sektor pendidikan, Ranai Darat juga terus menunjukkan komitmen peningkatan sumber daya manusia sejak usia dini.
Hal itu didukung keberadaan fasilitas pendidikan seperti TK International School, TK Negeri Pembina, SD Negeri 007 Ranai Darat, hingga rencana beroperasinya SMP Negeri 004.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah kelurahan memperkuat layanan dasar melalui posyandu, edukasi kesehatan, perbaikan sanitasi lingkungan, pemenuhan gizi serta percepatan penanganan stunting.
“Kami hadir bukan hanya untuk memberikan pelayanan, tapi juga memastikan setiap anak tumbuh sehat dan mendapatkan perhatian terbaik,” katanya.
Era menyebut, pemerintah kelurahan juga terus menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan, salah satunya kegiatan gotong royong rutin membersihkan sungai, parit dan drainase.
Menurutnya, pelayanan pemerintah tidak cukup hanya sebatas administrasi, namun harus mampu menghadirkan rasa percaya dan kedekatan dengan warga.
“Masyarakat butuh aksi, bukan hanya janji. Kami percaya pelayanan terbaik tidak hanya tentang administrasi, tapi juga menghadirkan kepercayaan dan kedekatan antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.
Dalam pelayanan administrasi, khususnya terkait surat alas hak tanah, pihak kelurahan menerapkan prinsip kehati-hatian agar seluruh proses berjalan sesuai aturan.
“Ketelitian dan kewaspadaan kami ambil, karena salah melangkah hukum yang berbicara,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh kebijakan pembangunan tetap dilakukan secara terbuka melalui penyerapan aspirasi masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari tingkat kelurahan hingga kabupaten.
“Sekecil apa pun langkah yang dilakukan dengan tulus akan membawa perubahan besar bagi masyarakat. Dari Ranai Darat untuk Indonesia, bersama melayani, bersama menginspirasi,” pungkasnya.
Laporan: Dini










