ENERGI & MIGASNATUNA

Trafo Rusak, PLN Ranai Natuna Gerak Cepat Pulihkan Listrik

×

Trafo Rusak, PLN Ranai Natuna Gerak Cepat Pulihkan Listrik

Sebarkan artikel ini
Petugas PLN ULP Ranai saat melakukan penggantian trafo distribusi rusak. Perbaikan darurat dilakukan untuk memulihkan kembali aliran listrik di sejumlah wilayah Ranai dan sekitarnya.

“PLN ULP Ranai bergerak cepat melakukan penggantian trafo distribusi yang mengalami kerusakan guna memulihkan pasokan listrik pelanggan di sejumlah wilayah Ranai dan sekitarnya.”

Pengawas PLN ULP Ranai, Ilham Trialdi, menjelaskan bahwa gangguan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Ranai disebabkan adanya kerusakan pada trafo distribusi, sehingga petugas harus melakukan penggantian secara darurat demi memulihkan kembali pasokan listrik pelanggan.

NATUNA — Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ranai bergerak cepat menangani gangguan listrik yang terjadi akibat kerusakan trafo distribusi di salah satu jaringan pelayanan pelanggan.

Penanganan dilakukan dengan mengganti trafo lama yang mengalami gangguan dengan trafo baru. Langkah tersebut mengharuskan PLN melakukan pemadaman sementara karena lokasi pekerjaan berada dekat dengan jaringan tegangan menengah 20 kilovolt (kV).

“Karena ada trafo yang rusak, jadi kami lakukan penggantian trafo baru. Karena posisinya dekat dengan jaringan 20 kV, maka jaringan di sekitar lokasi pengerjaan harus dilakukan pemadaman sebentar,” ujar Ilham kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai usai proses perbaikan gardu di depan Kantor Urusan Agama (KUA), Selasa (23/6/2026).

Menurut Ilham, pemadaman tersebut bukan merupakan pemadaman terencana, melainkan langkah darurat yang harus dilakukan demi keselamatan petugas dan kelancaran proses penggantian peralatan.

“Ini pemadaman tidak terencana hitungannya, karena untuk penggantian trafo. Estimasi pengerjaan sekitar 90 menit dari jadwal yang kami kirimkan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menerangkan, trafo distribusi merupakan salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan karena berfungsi menyalurkan daya listrik menuju pelanggan.

Penggantian perangkat tersebut, lanjut Ilham, hanya dilakukan apabila ditemukan adanya indikasi kerusakan.

“Trafo distribusi ini untuk pelanggan. Kalau memang trafonya bermasalah baru dilakukan penggantian. Kalau trafo tidak bermasalah tentu tidak diganti,” katanya.

Baca Juga:  SDN 001 Ranai Natuna Awali Sekolah Lewat Halal Bihalal

Ilham menyebut, indikasi awal kerusakan diketahui setelah komponen pengaman atau fuse (sekering) pada jaringan mengalami gangguan dan tidak dapat kembali beroperasi secara normal.

“Ada fuse di atas itu yang putus dan tidak bisa masuk lagi. Itu menjadi indikasi ada kerusakan pada trafonya. Secara teknis seperti itu,” terangnya.

Ia memastikan gangguan tersebut murni berasal dari komponen peralatan PLN, bukan akibat faktor eksternal seperti pohon tumbang maupun gangguan dari lingkungan sekitar.

“Kalau ini bukan di sisi masyarakat. Ini lebih kepada komponen peralatan PLN. Kalau gangguan tegangan menengah 20 kV akibat pohon, baru ada imbauan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Terkait lamanya proses pemulihan listrik, Ilham menjelaskan kendala utama yang dihadapi petugas berada pada keterbatasan alat berat berupa mobil crane di wilayah Ranai.

Menurutnya, alat berat tersebut dibutuhkan untuk membantu proses penurunan trafo lama dan pemasangan trafo baru yang memiliki bobot cukup besar.

“Kendala kami untuk alat berat crane itu terbatas di Ranai. Bahkan di pelabuhan juga tidak tersedia mobil crane yang siaga, sehingga kami harus menyewa dari pihak luar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gangguan listrik mulai terjadi sekitar pukul 04.30 hingga 05.00 WIB. Namun proses penggantian baru dapat dilakukan pada siang hari karena harus menunggu ketersediaan alat berat.

“Harapan kami sebenarnya pagi tadi sudah selesai. Cuma terkendala kendaraan alat berat. Crane baru bisa berada di lokasi sekitar jam 1 siang, makanya prosesnya agak lama,” jelasnya.

Setelah alat berat tiba, petugas langsung melakukan proses penggantian trafo. Pengerjaan dapat berjalan cepat karena seluruh persiapan teknis telah dilakukan sebelumnya.

“Baru sekitar 45 menit pekerjaan berjalan, sebenarnya sudah mau rampung,” tambahnya.

Baca Juga:  Zulkifli Zaini Janji Atasi Pemadaman Listrik

PLN ULP Ranai juga memastikan pemberitahuan darurat terkait pemadaman sementara telah disampaikan kepada masyarakat.

Adapun sejumlah wilayah terdampak pemadaman sementara meliputi Jalan Jenderal Sudirman, Jalan H.R. Subrantas, Jalan Ali Murtopo, kawasan RSUD Natuna, Ranai Darat, Jalan Hang Nadim, Sual dan sekitarnya.

Ilham menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia memastikan petugas PLN terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar pasokan listrik pelanggan kembali normal.

“Kami memohon maaf dan pengertiannya kepada masyarakat. Kondisi ini karena kendala teknis yang memang harus kami selesaikan agar jaringan kembali aman,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 42

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *