NATUNAOLAHRAGAPENDIDIKAN

MAN 1 Natuna Gelar Pekan Olahraga, Tanamkan Sportivitas dan Nilai Religius Siswa

×

MAN 1 Natuna Gelar Pekan Olahraga, Tanamkan Sportivitas dan Nilai Religius Siswa

Sebarkan artikel ini
Keluarga besar MAN 1 Natuna mengikuti kegiatan Pekan Olahraga sebagai wadah mengasah minat dan bakat siswa di bidang non-akademik. Melalui cabang futsal dan maraton beregu, kegiatan ini menanamkan nilai sportivitas, kerja sama tim, kedisiplinan, serta karakter religius bagi para peserta.

“Pekan Olahraga MAN 1 Natuna menjadi wadah pengembangan bakat non-akademik siswa melalui cabang futsal dan maraton beregu dengan menanamkan nilai sportivitas, kerja sama tim, serta karakter religius.”

Guru MAN 1 Natuna, Auladun Abror, S.Ag., mengatakan kegiatan Pekan Olahraga menjadi sarana untuk menggali potensi siswa di bidang non-akademik sekaligus membentuk karakter melalui nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat berkompetisi secara sehat.

NATUNA — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Natuna menggelar kegiatan Pekan Olahraga sebagai upaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang non-akademik.

Kegiatan tahunan yang lahir dari tingginya antusiasme peserta didik tersebut mempertandingkan dua cabang olahraga utama, yakni futsal dan lari maraton beregu.

Guru MAN 1 Natuna, Auladun Abror, S.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk melihat sekaligus mengasah potensi siswa.

Menurutnya, setiap peserta didik memiliki kemampuan berbeda. Ada yang unggul dalam bidang akademik, namun ada pula yang memiliki bakat besar di bidang olahraga.

“Kemampuan siswa ini bermacam-macam, ada yang di bidang akademik dan non-akademik. Lewat Pekan Olahraga yang tahun ini melombakan futsal dan maraton, kami ingin mengasah potensi mereka,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di Lapangan Futsal Toni, Rabu (10/6/2026).

Auladun mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal madrasah dalam memetakan siswa berbakat yang nantinya dapat dipersiapkan mengikuti berbagai kompetisi di luar sekolah.

“Harapannya, ini memudahkan kami menjaring siswa saat ada event-event luar. Jadi kami sudah tahu siapa yang berbakat di bidang futsal atau maraton,” tambahnya.

Ia menegaskan, Pekan Olahraga MAN 1 Natuna bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran karakter.

Baca Juga:  Komisi II Ragukan Proyek Tiang Museum, Tony : “Sudah Selesai Tidak Ada Masaalah”

Melalui olahraga, siswa diajarkan tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan pentingnya kerja sama tim.

Auladun mencontohkan pada cabang maraton beregu, peserta tidak hanya dituntut berlari cepat, tetapi juga harus mampu menjaga kebersamaan bersama rekan satu tim.

“Untuk maraton besok sistemnya beregu dua orang. Aturannya, mereka harus start berdua dan finish pun harus berdua. Tidak bisa yang satu egois berlari kencang meninggalkan kawannya yang kurang kuat, mereka harus saling menunggu,” jelasnya.

Nilai serupa juga diterapkan dalam cabang olahraga futsal. Menurutnya, kemampuan individu tidak akan cukup tanpa adanya kekompakan antar pemain.

“Begitu juga futsal, sejago apa pun individunya, kalau tidak ada kerja sama tim tidak akan bisa menang. Nilai kerja sama inilah yang kami tanamkan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada peserta didik, para guru MAN 1 Natuna juga ikut berpartisipasi langsung dalam kegiatan tersebut.

Auladun mengatakan, keikutsertaan guru bertujuan memberikan contoh nyata kepada siswa bahwa pendidik bukan hanya memberikan arahan, tetapi juga hadir bersama mereka.

“Kami berusaha menunjukkan kepada siswa bahwa guru bukan hanya sekadar memberi tahu, tapi kami contohkan langsung di lapangan. Jadi suasananya tidak kaku,” katanya.

Dari sisi keamanan, panitia juga melakukan berbagai persiapan, termasuk memilih lokasi pertandingan yang aman, luas, dan jauh dari kepadatan jalan raya.

Hal tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib serta memberikan kenyamanan kepada peserta.

Selain sportivitas, sebagai lembaga pendidikan berbasis madrasah, Auladun menegaskan nilai religius tetap menjadi bagian utama selama kegiatan berlangsung.

Siswa diminta tetap menjaga identitas sebagai pelajar madrasah melalui sikap dan perilaku selama mengikuti pertandingan.

“Kami menekankan bagaimana caranya agar siswa tetap menunjukkan identitas kita sebagai madrasah. Contohnya ketika azan berkumandang seluruh pertandingan wajib berhenti untuk salat, dan saat bermain anak-anak juga diimbau tetap menjaga aurat mereka,” tuturnya.

Baca Juga:  Dinkes Anambas Siasati Kesiapan Tenaga untuk RSUD Baru dengan Redistribusi Bertahap

Di akhir penyampaiannya, Auladun berharap Pekan Olahraga tersebut dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi agenda berkelanjutan.

Menurutnya, siswa membutuhkan ruang kompetisi agar kemampuan yang dilatih selama ini dapat diuji dan terus berkembang.

“Tentu percuma kalau siswa terus latihan tanpa pernah bertanding, mereka pasti merasa kurang puas. Mudah-mudahan event ini bisa terus menyumbangkan semangat bagi siswa untuk meningkatkan skill non-akademik mereka,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *