BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

SDN 002 Ranai Natuna Gelar Gebyar Seni Budaya Kelulusan

×

SDN 002 Ranai Natuna Gelar Gebyar Seni Budaya Kelulusan

Sebarkan artikel ini
Siswa kelas 6 SDN 002 Ranai Natuna bersama kepala sekolah dan majelis guru mengabadikan momen kebersamaan dalam acara Gebyar Seni Budaya dan Tasyakuran Kelulusan tahun pelajaran 2025/2026.

“Gebyar Seni Budaya dan Tasyakuran Kelulusan Kelas 6 SDN 002 Ranai Kabupaten Natuna menjadi momentum pengembangan bakat siswa sekaligus mengingatkan pentingnya pengawasan teknologi digital.”

Perwakilan Komite SDN 002 Ranai Natuna, Drs. Wan Hendryadi, mengajak orang tua dan tenaga pendidik memperkuat pengawasan terhadap perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di kalangan pelajar.

NATUNA – SDN 002 Ranai Kabupaten Natuna menggelar kegiatan Gebyar Seni Budaya dan Tasyakuran Kelulusan Kelas 6 tahun pelajaran 2025/2026 pada Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah, penuh kebahagiaan, sekaligus menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan seni, dan rasa percaya diri di hadapan publik.

Tidak hanya siswa kelas 6, penampilan seni budaya juga melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 5. Mereka turut memperlihatkan berbagai minat dan bakat yang telah dikembangkan melalui kegiatan sekolah.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, kepala sekolah, majelis guru, komite sekolah, serta para orang tua siswa.

Perwakilan Komite SDN 002 Ranai, Drs. Wan Hendryadi, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Ketua Komite yang belum dapat hadir karena menghadiri kegiatan keluarga di Tanjungpinang.

“Kebetulan hari ini beliau tidak dapat hadir bersama kita karena sedang menghadiri acara perpisahan anak beliau di Tanjungpinang. Beliau menitipkan salam kepada bapak dan ibu semua,” ujar Wan Hendryadi.

Sebagai Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Wan Hendryadi memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan Gebyar Seni Budaya dan Tasyakuran Kelulusan dapat terlaksana dengan baik.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim panitia yang telah bekerja keras. Berkat kerja sama kita semua, pagelaran seni hari ini dapat terlaksana dengan sangat sukses dan meriah,” ucapnya.

Baca Juga:  SDN 002 Ranai Kebanjiran Peminat, Orang Tua Luar Zonasi Tetap Memaksa Masuk

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan wali murid yang telah bersama-sama mendukung kegiatan tersebut melalui hasil musyawarah.

Menurutnya, kegiatan perpisahan bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari dokumentasi sejarah perjalanan pendidikan siswa.

“Sebelum acara ini digelar, kita tahu ada aturan yang membatasi agar tidak membuat acara perpisahan yang bermewah-mewahan. Namun, berkat musyawarah dan kesepakatan bersama antara pihak sekolah, komite, dan wali murid, alhamdulillah hari ini kita bisa menyelenggarakan acara yang megah dan berkesan ini secara mandiri dan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Wan Hendryadi juga mengapresiasi penampilan Sanggar Budaya SDN 002 Ranai. Menurutnya, pengembangan seni budaya sejak dini sangat penting untuk membangun karakter dan rasa percaya diri siswa.

Berdasarkan pengalamannya selama 15 tahun menjabat sebagai Kepala SMK Negeri di Natuna, kemampuan akademik harus berjalan seimbang dengan pengembangan minat dan bakat.

“Melalui panggung seperti hari ini, kita melatih mental dan rasa percaya diri anak sejak dini. Tanpa percaya diri, anak-anak kita akan sulit bersaing di tengah perkembangan dunia yang semakin pesat,” ungkapnya.

Selain berbicara mengenai seni dan karakter, Wan Hendryadi juga mengingatkan tantangan besar dunia pendidikan saat ini, terutama perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan dengan bijak dan tetap membutuhkan pengawasan orang tua agar tidak menghilangkan kemampuan berpikir anak.

“Jika tidak diawasi dengan ketat, teknologi AI ini berpotensi menciptakan generasi yang malas berpikir dan lemah dalam menalar. Mereka hanya dicetak menjadi manusia pekerja yang mencontoh, bukan seorang pemikir. Padahal bangsa kita saat ini membutuhkan banyak pemikir,” tegasnya.

Untuk menghadapi persaingan masa depan, ia berpesan agar peserta didik dibekali dengan tiga kemampuan penting sejak dini.

Baca Juga:  MPLS SDN 002 Ranai Natuna Berjalan Lancar Berkat Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah

Kemampuan tersebut yakni penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Mandarin, penguatan logika melalui matematika dan sains, serta pembentukan karakter melalui pendidikan agama.

Menurutnya, pendidikan agama menjadi pengendali utama dalam membentuk perilaku dan menjaga anak dari pengaruh negatif perkembangan zaman.

“Agama menjadi rem bagi anak-anak kita. Fondasi agama yang kuat sejak sekolah dasar akan menjaga perilaku dan pola hidup mereka agar tidak salah jalan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Wan Hendryadi juga menyampaikan komitmen komite sekolah untuk mengawal rencana pembangunan Surau SDN 002 Ranai yang sudah tertunda kurang lebih dua tahun.

Ia menyebut pihak komite telah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan untuk mencari peluang dan dukungan agar pembangunan tersebut dapat terealisasi.

“Surau ini sangat penting sebagai pusat kontrol perilaku dan ibadah anak-anak kita di sekolah. Insyaallah, kami dari komite akan berupaya sekuat tenaga agar pembangunan surau ini bisa segera terwujud,” pungkasnya. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 12

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *