“Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 002 Ranai, Kabupaten Natuna, berlangsung tertib dan lancar. Keberhasilan kegiatan tersebut dinilai tidak terlepas dari sinergi antara pihak sekolah, orang tua, serta dukungan masyarakat dalam membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan belajar.”
Kepala SDN 002 Ranai, Misnawati, S.Pd.SD., menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi tahapan penting bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, serta membangun rasa percaya diri sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh.
NATUNA – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 002 Ranai berlangsung lancar sejak hari pertama. Kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar seremoni penyambutan siswa baru, tetapi menjadi proses transisi dari jenjang taman kanak-kanak menuju sekolah dasar agar peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Misnawati mengatakan MPLS merupakan kegiatan yang sangat penting, terutama bagi siswa kelas I yang baru pertama kali memasuki dunia pendidikan dasar.
“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan MPLS ini merupakan suatu kegiatan yang sangat baik karena sangat membantu anak-anak yang baru masuk, khususnya kelas satu, untuk mengenal lingkungan sekolahnya,” ujarnya kepada koranperbatasan.com, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, pengenalan lingkungan sekolah juga perlu diberikan kepada siswa kelas II hingga kelas VI. Hal tersebut dilakukan karena setiap awal tahun ajaran terdapat perpindahan ruang belajar maupun pergantian wali kelas.
“Kelas dua sampai kelas enam juga perlu mendapatkan pengenalan karena ada perpindahan kelas dan pergantian wali kelas agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar dan kondusif,” jelasnya.
Selama kegiatan MPLS, sekolah memperkenalkan seluruh tenaga pendidik beserta sarana dan prasarana yang tersedia. Langkah tersebut bertujuan agar siswa baru memahami lingkungan sekolah sehingga tidak mengalami kebingungan saat kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Anak-anak harus mengenal seluruh personel guru, sarana dan prasarana sekolah, termasuk mengetahui wali kelas serta lokasi ruang belajar mereka. Dengan begitu mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri ketika pembelajaran berlangsung,” katanya.
Selain pengenalan lingkungan sekolah, SDN 002 Ranai juga mulai menanamkan sikap mandiri kepada siswa sejak awal masuk sekolah. Untuk masa adaptasi, orang tua masih diperbolehkan mendampingi selama satu pekan pelaksanaan MPLS.
Namun, setelah kegiatan berakhir dan proses belajar mengajar dimulai, pihak sekolah meminta orang tua tidak lagi menunggu anak di dalam kelas.
“Selama satu minggu ini orang tua masih kami izinkan mendampingi. Setelah MPLS selesai, anak-anak tidak boleh lagi ditunggu agar mereka belajar mandiri dan percaya kepada guru. Jika terus didampingi, anak akan cenderung manja dan sulit berkembang,” tegas Misnawati.
Agar suasana MPLS lebih menyenangkan, sekolah mengemas berbagai kegiatan secara edukatif, mulai dari perkenalan guru, pemasangan atribut siswa baru hingga penyediaan area photobooth sebagai bagian dari pengalaman pertama siswa di sekolah.
Menurut Misnawati, kegiatan tersebut akan berlangsung hingga Jumat dan diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi seluruh peserta didik baru.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN 002 Ranai menerima 44 siswa baru yang terbagi ke dalam dua rombongan belajar. Jumlah tersebut dinilai telah memenuhi target sekolah di tengah semakin banyaknya pilihan lembaga pendidikan di Natuna, termasuk sekolah berbasis keagamaan.
Ia mengakui sebagian orang tua kini memilih menyekolahkan anaknya di SDIT maupun Madrasah Ibtidaiyah (MI). Meski demikian, SDN 002 Ranai tetap bersyukur karena masih mendapat kepercayaan masyarakat.
“Alhamdulillah kami tetap memperoleh dua kelas. Sekolah kami memang cukup padat sehingga penerimaan peserta didik mengikuti aturan zonasi agar pemerataan pendidikan tetap berjalan,” ungkapnya.
Meski menerapkan sistem zonasi, pihak sekolah tetap membuka kesempatan bagi calon peserta didik yang ingin mendaftar selama daya tampung masih tersedia, termasuk bagi siswa pindahan dari luar daerah.
Menutup wawancara, Misnawati mengajak seluruh orang tua dan masyarakat Natuna untuk terus mendukung dunia pendidikan, khususnya kegiatan MPLS yang menjadi fondasi awal pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak.
“Kami mohon kerja sama yang baik dari orang tua. Tanpa dukungan orang tua, guru, dan masyarakat, pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal. Karena itu kami berharap seluruh masyarakat Natuna ikut mendukung kegiatan MPLS demi masa depan anak-anak kita,” tutupnya.
Laporan: Dini










