“Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 002 Ranai, Kabupaten Natuna, dinilai berjalan aman, tertib, dan lebih terarah. Keberhasilan tersebut didukung penerapan petunjuk teknis (juknis) Kementerian Pendidikan serta sinergi yang baik antara guru dan orang tua siswa.”
Wali Kelas I SDN 002 Ranai, Maimunah, S.Pd.SD., menyatakan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari memberikan hasil yang lebih efektif dalam membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan yang mengacu pada petunjuk teknis (juknis) Kementerian Pendidikan membuat seluruh rangkaian MPLS tersusun lebih sistematis, ramah anak, dan mudah dipahami oleh siswa maupun orang tua.
NATUNA – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SDN 002 Ranai berlangsung kondusif sejak hari pertama. Pihak sekolah menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara guru, orang tua, dan penerapan petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan.
Wali Kelas I SDN 002 Ranai, Maimunah, S.Pd.SD., mengatakan kondisi selama pelaksanaan MPLS berjalan aman dan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Alhamdulillah kondisinya aman. Ada kerja sama antara wali murid dan guru. Itu yang paling penting. Kami juga mengikuti juknis dari kementerian sehingga seluruh kegiatan menjadi lebih terarah. Hari pertama apa kegiatannya, hari kedua apa, sampai hari terakhir semuanya sudah tersusun dengan jelas,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kepala sekolah, Rabu (15/7/2026).
Menurut Maimunah, adanya juknis tersebut sangat membantu guru dalam menyusun agenda MPLS. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih harus menyusun kegiatan secara mandiri, kini seluruh tahapan telah memiliki pedoman yang jelas sehingga pelaksanaan menjadi lebih efektif.
Ia juga menilai kebijakan pelaksanaan MPLS selama lima hari merupakan keputusan yang tepat. Waktu tersebut dinilai cukup untuk membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah tanpa merasa terburu-buru.
“Kalau hanya tiga hari memang belum cukup. Anak-anak kelas satu itu untuk berani menyebutkan nama mereka sendiri saja membutuhkan waktu. Karena itu lima hari sudah sangat pas agar proses pengenalan berlangsung maksimal,” jelasnya.
Selama pelaksanaan MPLS, kegiatan diawali dengan senam pagi sebagai aktivitas fisik yang menjadi bagian dari petunjuk teknis kementerian. Setelah itu, siswa mengikuti sesi perkenalan diri secara bertahap bersama guru dan teman sekelas.
Pada hari pertama, peserta didik dikenalkan dengan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta lingkungan sekolah. Mereka diajak berkeliling melihat ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, area bermain hingga berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan SDN 002 Ranai.
Selanjutnya, pada hari berikutnya siswa dijadwalkan mengunjungi perpustakaan sekolah. Dalam kegiatan tersebut mereka akan diperkenalkan dengan budaya literasi melalui aktivitas membaca buku selama sekitar 10 hingga 20 menit sebagai upaya menumbuhkan minat baca sejak dini.
Maimunah menambahkan, kelancaran MPLS juga didukung komunikasi yang telah dibangun bersama orang tua bahkan sebelum tahun ajaran baru dimulai.
“Sejak proses daftar ulang kami sudah membuat grup WhatsApp bersama seluruh wali murid. Semua materi, jadwal, dan kegiatan MPLS sudah kami bagikan sebelum sekolah dimulai, sehingga orang tua mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan setiap harinya,” katanya.
Menurutnya, dukungan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan adaptasi peserta didik selama mengikuti MPLS.
Menutup keterangannya, Maimunah berharap SDN 002 Ranai terus mendapatkan kepercayaan masyarakat sehingga jumlah peserta didik baru dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
“Harapan saya semoga sekolah ini terus dipercaya masyarakat dan mendapatkan murid yang lebih banyak lagi. Alhamdulillah hubungan antara guru dan wali murid di sini sangat baik, saling mendukung demi pendidikan anak-anak,” pungkasnya.
Laporan: Dini










