HUKUM & KRIMINALINTERNASIONALLINGGANASIONALNATUNAPARIWISATAPENDIDIKANPOLITIKPOTRET PERBATASAN

Milad STAI Natuna Ke-19 Ungkap Fakta Natuna Poros Maritim Dunia

×

Milad STAI Natuna Ke-19 Ungkap Fakta Natuna Poros Maritim Dunia

Sebarkan artikel ini
Pembina Yayasan Abdi Umat, H. Umar Natuna, S.Ag, M.Pd.I menjawab koranperbatasan.com di ruang kerjanya Rabu, 04 Agustus 2021.

NATUNA – Pembina Yayasan Abdi Umat, H. Umar Natuna, S.Ag, M.Pd.I menyebutkan dalam rangka memperingati Milad STAI Natuna Ke-19, akan diadakan beberapa kegiatan salah satunya ialah Seminar Internasional secara virtual dengan tema Natuna Sebagai Poros Maritim.

“Rencananya tanggal 29 nanti, menghadirkan narasumber dari Kepri, Malaysia, Thailand, dan Brunai. Kemudian Pak Rhodial juga, karena banyak bicara tentang maritim,” sebutnya kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Rabu, 04 Agustus 2021.

Kata H. Umar, tujuan diadakan seminar agar Natuna mempunyai jejak rekam sejarah sebagai pusat perdagangan dan transit masa lalu pada abad ke 12 dan 13.

“Buktinya peninggalan-peninggalan harta karun yang di gali orang-orang. Orang pada mencari harta-harta peninggalan saja, tetapi jejak rekam sejarahnya jarang di gali,” katanya.

Menurut H. Umar,  Natuna dulunya menjadi pusat transit perdagangan. Hanya saja mengalami keterputusan mata rantai dengan masa lalu, dimana masuknya penjajah pada abad ke 16 dan 17.

“Penjajah kan sudah masuk jadi semuanya habis, kesultanan Malaka Johor, ganti Riau Lingga dan seterusnya.  Jadi Natuna itu mempunyai nilai strategis dari sisi sejarah masa lalu, yang sejarah sebenarnya lebih besar dibandingkan daerah-daerah lain seperti Karimun, Tanjungpinang dan Lingga. Cuma memang tidak tersosialisasikan dan tidak tergalikan dengan baik,” jelasnya.

Dulu lanjut H. Umar, kapal-kapal dari Sriwijaya, Persia, Cina banyak singgah di Natuna ini untuk mengambil atau mengisi air. Kemudian Natuna ada produksi waktu itu seperti gaharu, pasir kuarsa (bahan baku untuk pembuatan keramik).

Disamping itu, Natuna juga sebagai tempat orang-orang berlindung ketika angin ribut, makanya di laut Natuna terdapat banyak kapal-kapal karam.

“Jadi, kita ingin mengembalikan Natuna sebagai poros maritim dunia. Yang pertama bagaimana dulu yang pernah terjadi disini, sebagai pusat transit. Di seminar itu nantinya, kita akan bicarakan berbagai perspektif seperti dunia perdagangan, relegional politik, dan Natuna ke depan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Menteri Risma Puji SMSI Bangun Peradaban

Umar berharap dengan diadakan seminar tersebut bisa menjadi pemicu semangat untuk mengembangkan Natuna berbasis maritim.

“Yang jelas kita siapkan dulu rencana pengembangan Natuna sebagai pusat perdagangan maritim. Langkah berikutnya tentu, pengembangan Natuna menjadi Provinsi,” tutupnya. (KP).


Laporan : Hairil


 

📊 Views: 5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *