BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

MTSN 2 Natuna Tetap Ikhlas Berkurban Ditengah Ekonomi Sulit

×

MTSN 2 Natuna Tetap Ikhlas Berkurban Ditengah Ekonomi Sulit

Sebarkan artikel ini
Kepala MTSN 2 Natuna, Haidatus Sa’adah, M.Pd., menyampaikan komitmen sekolah untuk tetap melaksanakan kurban Idul Adha 1447 Hijriah meski kondisi ekonomi Natuna sedang mengalami keterbatasan. Tradisi kurban tersebut diprioritaskan bagi siswa yatim dan kurang mampu di lingkungan sekolah.

“Semangat berkurban di tengah kondisi ekonomi Natuna yang penuh keterbatasan menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan keikhlasan masih terus dijaga oleh keluarga besar MTSN 2 Natuna pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.”

Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 2 Natuna, Haidatus Sa’adah, M.Pd., menegaskan pihak sekolah tetap melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah meski kondisi ekonomi daerah saat ini sedang mengalami keterbatasan dan efisiensi anggaran.

NATUNA – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 2 Natuna kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor sapi dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari kedua Idul Adha di lingkungan sekolah.

Kepala MTSN 2 Natuna, Haidatus Sa’adah, mengatakan tradisi berkurban setiap tahun terus dipertahankan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pembelajaran nilai keikhlasan bagi para siswa dan tenaga pendidik.

“Walaupun hanya satu ekor sapi, paling tidak kegiatan kurban tetap ada setiap tahun karena manfaatnya memang kami prioritaskan untuk anak-anak kami,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, daging kurban nantinya diprioritaskan untuk tujuh orang pekurban, anak yatim di lingkungan sekolah, serta siswa kurang mampu sebelum dibagikan kepada guru dan staf lainnya.

“Kami utamakan dulu anak yatim dan siswa yang memang layak menerima. Setelah itu sisanya baru dibagikan kepada guru-guru,” katanya.

Penyembelihan hewan kurban akan dilakukan di area belakang sekolah yang memiliki saluran air mengalir agar proses pembersihan lokasi lebih mudah dan higienis.

“Di bawah ada tempat air mengalir, jadi lebih mudah membersihkan darah setelah penyembelihan,” tambahnya.

Untuk menjaga tradisi kurban tetap berjalan setiap tahun, pihak sekolah menerapkan sistem tabungan atau cicilan bagi guru dan staf yang ingin ikut berkurban. Sistem tersebut dilakukan dengan cara menyisihkan dana secara bertahap setelah Hari Raya Idul Adha selesai untuk persiapan tahun berikutnya.

Baca Juga:  Direktur Perumda Tirta Nusa Natuna Tanggapi Keluhan Pelanggan Soal Tagihan dan Air Tidak Mengalir

“Jadi setelah kurban tahun ini selesai, nanti mulai mencicil lagi untuk tahun berikutnya. Mana tahu setiap tahun ada guru yang memiliki rezeki lebih dan ingin ikut berkurban,” jelas Sa’adah.

Menariknya, dari tujuh orang pekurban tahun ini, dua di antaranya merupakan tenaga honorer. Menurut Sa’adah, hal itu membuktikan bahwa ibadah kurban tidak memandang status pekerjaan, melainkan niat dan ketulusan hati.

“Tahun ini ada dua tenaga honorer yang ikut berkurban. Itu menandakan rezeki bukan hanya milik ASN saja. Yang penting ada niat dan hati yang tergerak, pasti Allah mudahkan,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan kurban di MTSN 2 Natuna dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, pihak sekolah menargetkan jumlah hewan kurban dapat bertambah menjadi dua ekor sapi agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar sekolah.

“Walaupun kondisi ekonomi Natuna saat ini terbatas, semangat berkurban tetap harus ada. Mudah-mudahan tahun depan bisa dua ekor sapi sehingga pembagiannya juga dapat menjangkau lingkungan sekitar sekolah,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 15

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *