NATUNA – Menyusul keluhan pelanggan mengenai melonjaknya tagihan air dan distribusi yang sempat terhenti selama empat hari, Direktur Perumda Air Minum Tirta Nusa Natuna, H. Zaharuddin, memberikan tanggapan resmi melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/9/2025).
Menurut Zaharuddin, perbedaan tagihan yang dikeluhkan warga tidak termasuk dalam kategori signifikan. Namun, jika ditemukan selisih yang terlalu besar, pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi langsung ke lokasi rumah pelanggan.
“Kalau selisih tidak terlalu signifikan sih itu, kalau terjadi selisih yang terlalu signifikan akan ada evaluasi ke lokasi rumah pelanggan. Bisa saja ada kebocoran kecil setelah meter, atau ada waktunya pelanggan lupa menutup kran,” jelas Zaharuddin.
Ia menambahkan, sistem pencatatan pemakaian saat ini menggunakan aplikasi yang langsung memotret meteran air untuk meminimalisir kesalahan manusia (human error). Meski begitu, kemungkinan kekeliruan tetap ada.
Menariknya, Zaharuddin mengungkap bahwa Perumda Tirta Nusa justru lebih sering menghadapi situasi sebaliknya, yaitu pelanggan yang biasanya membayar Rp100 ribu per bulan tiba-tiba hanya ditagih Rp18 ribu, namun sangat jarang yang jujur melapor.
Terkait distribusi air yang tidak mengalir selama empat hari, ia menegaskan bahwa pelanggan sebaiknya tidak menunggu terlalu lama untuk melapor.










