Di Natuna, laut bukan sekadar hamparan biru melainkan sumber hidup dimana ribuan nelayan menggantungkan harapannya pada jaring dan keramba yang berisi ikan kerapu. Namun sejak jalur ekspor melalui kapal Hongkong disetop, kehidupan mereka bagaikan perahu yang terdampar tanpa kompas. Di tengah gelombang global dan kebijakan yang belum jelas, para nelayan kini menunggu kepastian yang tak kunjung datang.
NATUNA – Mata pencaharian utama masyarakat Natuna bertumpu pada laut, dari sekitar lima ribu nelayan yang tercatat di sistem Kusuka hampir semuanya menggantungkan hidup dari aktivitas menangkap ikan dan membudidayakan kerapu di keramba. Bagi mereka, kerapu bukan sekadar ikan melainkan aset berharga yang menjadi penopang ekonomi keluarga.
Namun situasi berubah drastis ketika jalur ekspor tradisional melalui kapal Hongkong yang biasa bersandar di Pelabuhan Sedanau dihentikan. Kebijakan yang sebelumnya dianggap sebagai napas ekonomi masyarakat itu kini seolah terputus. Para nelayan pembudidaya menghadapi kerugian besar karena hasil panen tidak bisa lagi dipasarkan dengan harga yang sepadan.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Dedy Damhudy, S.Pi., M.Si., mengakui kondisi ini memukul nelayan secara langsung. Menurutnya, hampir semua nelayan tangkap juga memiliki keramba untuk menampung kerapu. Mereka terbiasa memelihara ikan hingga siap ekspor, kemudian menyerahkannya kepada kapal Hongkong. Kini, tanpa kepastian pasar, biaya pakan dan perawatan ikan terus membengkak.
“Selama ini ekspor ikan hidup hanya ditampung oleh Hongkong. Ketika jalur itu terhenti, nelayan tak punya pilihan. Kalau dijual sebagai ikan mati, harganya jatuh dan tak sebanding dengan biaya yang sudah dikeluarkan,” jelas Dedy kepada koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Selasa, 19 Agustus 2025.
Lebih jauh, Dedy menegaskan masalah ini bukan semata persoalan daerah. Krisis global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China turut memengaruhi pasar internasional. Hongkong yang selama ini menjadi satu-satunya pintu ekspor, kini menutup keran pembelian. Dampaknya, nelayan Natuna berada di persimpangan tanpa arah.










