KEUANGANNATUNASUARA RAKYATUMKM PERBATASAN

Pedagang Ranai Keluhkan Penurunan Penjualan Ramadan

×

Pedagang Ranai Keluhkan Penurunan Penjualan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Pemilik Toko Angkasatex Ranai, Efendi, saat ditemui di tempat usahanya di Ranai, Natuna. Rabu (11/2/2026).

“Sejumlah pelaku usaha di Ranai mengeluhkan turunnya penjualan pada Ramadan tahun ini yang dinilai berkaitan dengan melemahnya daya beli masyarakat.”

Pemilik Toko Angkasatex di Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Efendi, mengungkapkan bahwa penjualan usaha yang telah ia jalankan sekitar delapan tahun mengalami penurunan cukup signifikan pada Ramadan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.

NATUNA – Pelaku usaha di Kota Ranai, Kabupaten Natuna, mulai merasakan penurunan aktivitas penjualan selama Ramadan tahun ini.

Salah satunya disampaikan oleh Efendi, pemilik Toko Angkasatex di Ranai Kota. Ia mengatakan usaha yang dijalankannya telah berlangsung sekitar delapan tahun dan sempat mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

“Usaha ini sudah sekitar delapan tahun. Alhamdulillah ada perkembangannya, dari awal kecil sekarang sudah lumayan,” ujarnya saat ditemui di tempat usahanya, Rabu (11/2/2026).

Namun, menurut Efendi, kondisi penjualan pada Ramadan tahun ini justru mengalami penurunan dibandingkan Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Oh kalau untuk Ramadan sekarang ini jauh menurun dari Ramadan sebelumnya,” katanya.

Ia menilai turunnya penjualan kemungkinan berkaitan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang juga mengalami penurunan pendapatan.

“Mungkin pendapatan warga Natuna juga menurun. Dari pendapatan warga Natuna itu juga berpengaruh ke usaha kami,” jelasnya.

Efendi mengaku selama menjalankan usahanya belum pernah mendapatkan pelatihan maupun bantuan modal dari pemerintah daerah.

“Pelatihan enggak pernah. Bantuan modal juga enggak pernah,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku mengetahui adanya berbagai program bantuan usaha dari pemerintah, namun informasi yang ia terima selama ini lebih banyak diperoleh dari cerita masyarakat.

“Ada tahu juga, tapi informasinya dari mulut ke mulut saja,” katanya.

Pada awal merintis usaha, Efendi mengaku sempat memanfaatkan pinjaman dari bank untuk modal usaha.

Baca Juga:  Dapat Bantuan APD, Bupati Ucapkan Terima Kasih Kepada Yonkomposit I/GP dan Jelita Sejuba Resort

“Dari awal memang butuh, biasanya pinjam ke bank. Tapi sekarang lagi mencoba untuk tidak berurusan lagi dengan bank,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha kecil di Natuna, khususnya dalam bentuk pembinaan manajemen usaha maupun kemudahan akses pembiayaan.

“Untuk pemerintah Natuna, UMKM ini mungkin bisa dibantu dari manajemennya atau sistem pinjamannya,” harapnya.

Efendi menilai dukungan tersebut penting agar pelaku usaha kecil di daerah dapat terus bertahan dan berkembang di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 66

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *