POTRET PERBATASANTANJUNGPINANG

Pedagang Tepi Laut Tutup karena Sepi

×

Pedagang Tepi Laut Tutup karena Sepi

Sebarkan artikel ini
Suasana pedagang di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang yang terlihat sepi pembeli pada malam hari. Senin (2/3/2026) sekitar pukul 18.50 WIB.

“Sejumlah pedagang di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang terpaksa menutup usaha akibat melemahnya daya beli masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.”

Doni (nama samaran), pedagang di kawasan Tepi Laut Tanjungpinang, mengaku bertahan berjualan hanya karena masih memiliki sisa modal, di tengah kondisi daya beli masyarakat yang dinilai terus melemah, saat ditemui Senin (2/3/2026) sekitar pukul 18.50 WIB.

TANJUNGPINANG – Kawasan Tepi Laut Tanjungpinang yang biasanya ramai dikunjungi warga untuk bersantai dan menikmati kuliner, kini terlihat lebih lengang. Beberapa lapak pedagang tampak tidak lagi beroperasi.

Doni mengungkapkan, kondisi sepi pembeli membuat sebagian pedagang kesulitan memutar modal usaha.

“Saya bisa bertahan karena masih ada modal saja. Mungkin juga kalau terus-terusan daya belinya seperti ini, saya pun tidak sanggup bertahan,” ujarnya.

Seorang pengunjung yang berada di lokasi juga menilai minimnya pembeli berdampak langsung pada perputaran keuangan pedagang.

“Kalau yang beli sedikit, bagaimana mau balik modal dan melakukan pemutaran keuangan untuk ke depannya,” katanya.

Ia menambahkan, meski tidak setiap hari berkunjung, dirinya cukup sering melintasi kawasan tersebut dan melihat perubahan signifikan.

“Pantas saja banyak pedagang yang tutup. Saya memang tidak setiap saat jadi pengunjung di sini, tapi cukup sering lewat untuk jalan-jalan. Yang saya lihat, pedagang Tepi Laut daya belinya sedikit, nampak sepi sekali,” ujarnya.

Pengunjung lainnya berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi untuk mendorong peningkatan daya beli masyarakat.

“Semoga saja pemerintah daerah bisa mencari solusi agar pedagang tidak mengalami penurunan omzet yang signifikan sampai harus menutup usahanya,” tuturnya.

Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat Tepi Laut selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi kecil dan tempat berkumpul warga di Kota Tanjungpinang. (KP).

Baca Juga:  Lama “Terkubur” Pemda Harus Punya Strategi Jitu Hidupkan Kembali Kearifan Seni Budaya Lokal

Laporan: Novita


 

📊 Views: 14

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *