SUARA RAKYATTANJUNGPINANG

PLN Klarifikasi Pemadaman Listrik Batu 10

×

PLN Klarifikasi Pemadaman Listrik Batu 10

Sebarkan artikel ini
Manager PLN Bintang Centre Batu 10 Tanjungpinang memberikan klarifikasi terkait pemadaman listrik di wilayah Batu 10 dan sekitarnya. Rabu (4/3/2026).

“PLN Bintang Centre Batu 10 memberikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat mengenai seringnya pemadaman listrik di sejumlah wilayah Tanjungpinang selama bulan Ramadan.”

Gogor, Manager PLN Bintang Centre Batu 10 Tanjungpinang, menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di beberapa wilayah bukan disebabkan kekurangan daya, melainkan akibat gangguan jaringan, saat ditemui di kantor pelayanan PLN Batu 10, Rabu (4/3/2026) pukul 11.30 WIB.

TANJUNGPINANG – Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul banyaknya laporan warga yang mengeluhkan listrik padam dengan durasi sekitar 30 menit hingga satu jam di sejumlah kawasan, seperti Hang Lekir, Jalan Handoyo Putro, Jalan Karya, hingga wilayah Batu 10 dan sekitarnya di Kota Tanjungpinang.

Gogor menegaskan bahwa pemadaman tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan minyak maupun keterbatasan suplai daya listrik.

“Saat ini kami sudah tidak lagi mengoperasikan PRDD, dan bantuan suplai hanya diberikan apabila Batam mengalami kekurangan daya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa gangguan jaringan menjadi faktor utama terjadinya pemadaman listrik. Salah satunya disebabkan dua tiang listrik di kawasan PDAM Batu 10 yang mengalami gangguan akibat tanah longsor.

Gangguan tersebut berdampak pada aliran listrik dari Batu 10 hingga ke arah Kijang, bahkan sampai melewati kawasan Waduk Sei Pulai.

Selain faktor alam, gangguan jaringan juga kerap dipicu oleh hewan seperti tupai yang melintas di trafo maupun tiang listrik.

“Hewan seperti tupai yang melintas di jaringan atau trafo bisa memicu gangguan listrik,” jelasnya.

Menurut Gogor, pemadaman yang berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam biasanya dilakukan untuk penelusuran gangguan oleh tim teknis.

Saat gangguan terjadi, petugas harus menyisir jaringan listrik untuk menemukan titik permasalahan sebelum melakukan perbaikan.

“Proses penelusuran ini membutuhkan waktu, sehingga listrik harus dipadamkan sementara,” katanya.

Baca Juga:  Ekonomi Natuna Menurun, Pelaku UMKM Mulai Mengeluh

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, PLN juga memberlakukan status siaga khusus untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil.

Dalam masa siaga tersebut, kegiatan pemeliharaan yang berpotensi menyebabkan pemadaman akan diminimalisir, sementara pemeliharaan rutin akan kembali dilakukan setelah Lebaran.

PLN berharap masyarakat dapat memahami bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan dan stabilitas pasokan listrik di wilayah Tanjungpinang dan sekitarnya. (KP).


Laporan: Venti


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *