NATUNA

Lurah Batu Hitam Soroti Strategi Tekan Stunting

×

Lurah Batu Hitam Soroti Strategi Tekan Stunting

Sebarkan artikel ini
Lurah Batu Hitam Hamdani memaparkan strategi penurunan stunting 1000 HPK melalui MBG dan penguatan Posyandu di Kecamatan Bunguran Timur.
Lurah Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Hamdani, S.A.P.

“Lurah Batu Hitam menegaskan intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi kunci utama penurunan stunting di wilayahnya.”

NATUNA — Lurah Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Hamdani, S.A.P., menegaskan strategi komprehensif berbasis intervensi gizi spesifik dan sensitif dalam upaya menekan angka stunting melalui penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), suplementasi kesehatan, serta optimalisasi Posyandu, dalam wawancara bersama koranperbatasan.com di ruang kerjanya, Jumat, 27 Februari 2026.

Pemerintah Kelurahan Batu Hitam mengakselerasi program penurunan stunting dengan pendekatan terintegrasi yang menyasar 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), periode krusial sejak masa konsepsi hingga anak berusia dua tahun.

Langkah tersebut diperkuat melalui forum Rembuk Stunting Tingkat Desa dan Kelurahan Kecamatan Bunguran Timur Tahun 2026 sebagaimana dipaparkan dalam dokumen resmi ‘Rembuk Stunting 2026’ UPTD Puskesmas Ranai.

Hamdani menjelaskan bahwa intervensi gizi spesifik dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor kesehatan, terutama program yang dijalankan Puskesmas.

Beberapa program prioritas meliputi:

  • Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri dan ibu hamil untuk mencegah anemia.
  • Edukasi dan pendampingan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) serta ASI eksklusif selama enam bulan.
  • Imunisasi dasar lengkap bagi balita.
  • Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal untuk balita gizi kurang dan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).
  • Pemantauan pertumbuhan balita melalui pengukuran dan pencatatan Kartu Menuju Sehat (KMS).

Dalam dokumen Rembuk Stunting 2026, rendahnya cakupan D/S (partisipasi ke Posyandu), rendahnya cakupan ASI eksklusif, serta masih tingginya angka ibu hamil KEK menjadi faktor dominan penyebab stunting di Kecamatan Bunguran Timur.

Selain intervensi medis, Kelurahan Batu Hitam juga mengintegrasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan setiap Senin dan Kamis, selaras dengan kebijakan nasional. Program ini menyasar anak sekolah dan ibu hamil guna meningkatkan asupan protein dan zat gizi mikro sebagai strategi preventif jangka panjang.

Baca Juga:  Hikmat Aliansyah : Merasa Kontak Dengan Pak Gubernur Ayo Memeriksakan Diri

Intervensi sensitif juga dilakukan melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), mencakup akses air bersih, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, serta eliminasi praktik buang air besar sembarangan guna mencegah infeksi kronis yang berkontribusi terhadap stunting.

Pemerintah kelurahan bersama kader kesehatan menerapkan strategi jemput bola dengan melakukan kunjungan rumah bagi keluarga berisiko dan balita yang terindikasi mengalami weight faltering.

Posyandu terintegrasi menjadi garda terdepan deteksi dini. Namun, berdasarkan paparan Rembuk Stunting 2026, masih terdapat kendala teknis di lapangan, antara lain keterbatasan sarana prasarana, keterampilan kader dalam pencatatan KMS, serta rendahnya partisipasi masyarakat.

“Kader Posyandu adalah tulang punggung kekuatan inti dalam upaya penekanan stunting. Namun, insentif yang ada saat ini belum memadai,” ujar Hamdani.

Hamdani menambahkan bahwa urgensi penurunan stunting telah menjadi program prioritas nasional, tetapi kapasitas fiskal kelurahan masih terbatas untuk menopang operasional secara optimal.

“Jika ini menjadi prioritas nasional, kami berharap ada tambahan alokasi anggaran operasional yang proporsional agar program berjalan efektif dan berkelanjutan,” harapnya.

Selain aspek kesehatan dan lingkungan, pendekatan sosial dilakukan melalui pencegahan perkawinan anak, konseling gizi keluarga, serta pendidikan pengasuhan melalui PAUD.

Program Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) juga dikembangkan untuk mendorong kemandirian pangan rumah tangga sebagai sumber protein hewani dan nabati.

Dengan pendekatan holistik tersebut, Kelurahan Batu Hitam menargetkan penurunan prevalensi stunting secara bertahap melalui sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat. (KP).


Laporan : Dhitto


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *