“Ramadhan Camp SD dan SMP NIQ resmi ditutup dengan pesan kuat pembentukan karakter dan spiritual generasi muda Natuna.”
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Natuna, Hendra Kusuma, SH, M.Si, menegaskan pentingnya pembinaan karakter religius melalui kegiatan Ramadhan Camp SD dan SMP NIQ selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka secara resmi kegiatan Ramadhan Camp di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Natuna, Jumat (27/2/2026).
NATUNA – Menurut Hendra Kusuma, Ramadhan Camp menjadi momentum strategis dalam membentuk generasi Qurani pada Ramadan 1447 Hijriah, sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dan akhlak peserta didik.
Dalam sambutannya saat itu, Hendra Kusuma menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan Camp adalah membentuk generasi yang Qurani melalui pembinaan disiplin, karakter, serta jiwa sosial peserta didik.
“Melalui Ramadhan Camp ini kita ingin membentuk generasi yang Qurani. Anak-anak dilatih disiplin, dibentuk karakternya, dan ditumbuhkan jiwa sosialnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan spiritual, tetapi juga memperdalam pemahaman agama serta membiasakan aktivitas positif seperti tadarus Al-Qur’an, salat tarawih, dan kajian keislaman.

Selain itu, Ramadhan Camp juga diarahkan untuk membangun kemandirian dan kedisiplinan siswa, termasuk dalam mengelola waktu sahur dan berbuka puasa. Pembinaan akhlak mulia menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
“Kegiatan ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kebersamaan antarpeserta, guru, dan mentor melalui buka puasa serta sahur bersama,” tambahnya.
Tidak hanya itu, kepedulian sosial juga menjadi bagian dari program, seperti santunan bagi anak yatim dan dhuafa serta kegiatan berbagi takjil. Menurutnya, pengalaman langsung seperti ini akan menumbuhkan empati dan rasa tanggung jawab sosial pada generasi muda.
Ramadhan Camp dirancang dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan. Materi teoritis dipadukan dengan praktik langsung agar nilai-nilai keislaman dapat diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, Ramadhan menjadi lebih menyenangkan dan bermakna dengan adanya Ramadhan Camp ini,” tutup Hendra. (KP).
Laporan: Red










