Saat ini, yang dibutuhkan bukan sekadar penyaluran bantuan lebih banyak, tetapi reformasi menyeluruh dalam sistem bantuan. Mulai dari data yang transparan dan inklusif, hingga mekanisme distribusi yang benar-benar menyentuh kebutuhan mendesak warga. Bantuan harus adaptif terhadap realita harga pasar dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah.
Negara tak boleh lepas tangan hanya karena bantuan sudah disalurkan secara administratif. Yang harus diukur bukan hanya berapa banyak paket bantuan yang dibagikan, tetapi apakah bantuan itu cukup untuk menghindarkan keluarga dari jurang kemiskinan lebih dalam.
Rakyat kini berada di titik lelah, di mana janji-janji kesejahteraan tak lagi dipercaya. Mereka tak butuh retorika, tapi kepastian. Karena saat bantuan tak lagi cukup, mereka harus bertahan tanpa pegangan. Dan ketika rakyat dibiarkan bertahan sendiri, di situlah negara mulai kehilangan kehadiran sejatinya.
Oleh : Dhitto Adhitya Redaktur Koran Perbatasan










