Sekolah Tangguh SMAN 12 Batam, Strategi Lawan Covid-19 Dikalangan Pelajar

oleh -360 views
Tim-Bersatu-Lawan-Covid-19-Kepri-saat-berada-di-SMAN-12-Batam

BATAM (KP),- Mengenai rencana pembentukan Sekolah Tangguh oleh Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri-Batam yang diinisiasikan di SMAN 12 Batam atas persetujuan dari Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kepri TS Arif Fadillah, Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri-Batam langsung berkoordinasi internal dengan Kepala Sekolah, Majelis Guru, Komite Sekolah, Pengurus OSIS dan Pramuka di SMA Negeri 12 Batam. Tim BLC Kepri di Batam tiba di SMA Negeri 12 Batam, sekira pukul 10.30 Wib, Kamis, 23 Juli 2020.

Dalam koordinasi tersebut, Kepala Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan) Batam, sekaligus perwakilan dari Tim BLC Kepri di Batam Asep Zainal Mustafa, memimpin secara interen khusus bersama pihak Sekolah SMA Negeri 12 Batam. Tim selanjutnya, memaparkan yang mana Sekolah Tangguh dibuat dalam rangka upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di dalam dunia pendidikan.

“Pelaksanaannya akan melibatkan dinas-dinas terkait, pihak sekolah, siswa, orangtua murid dan masyarakat, untuk bersinergi dalam membangun ketangguhan di dunia pendidikan. Sehingga siap dalam menghadapi tatanan kehidupan baru seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Dengan adanya Sekolah Tangguh, kita mencontohkan kedisiplinan dalam mentaati protokol kesehatan dalam aktifitas belajar mengajar dan produktif di lingkungannya ditengah-tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, dr. Frianto Ismail, Relawan Tim BLC Kepri-Batam juga menjelaskan beberapa sasaran ketangguhan yang akan dicapai yakni. “Pertama ketangguhan pendidikan dan kedisiplinan, yakni menciptakan ruang belajar dan proses belajar mengajar yang efektif dengan mentaati protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru. Kedua, tangguh kesehatan jasmani dan rohani. Menjaga lingkungan sekolah dan sekitarnya selalu bersih dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).” Jelasnya.

Ketiga lanjut dr. Frianto Ismail, “tangguh ekonomi kreatif dan kemasyarakatan. Yakni mempersiapkan siswa dalam pengembangan ekonomi kreatif dalam era digitalisasi yang siap bersaing di dunia kreatif dan peduli pada kondisi sosial masyarakat sekitar. Selanjutnya, keempat, tangguh keamanan dan ketertiban, yakni mentaati peraturan adaptasi baru yang telah disepakati. Dan kelima, tangguh informasi dan data, yakni bijak dalam memberikan informasi melalui media sosial serta dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif. Nanti kita akan buat tupoksi masing-masing warga sekolah dan standar operasional prosedurnya. Jadi kita bekerja terarah. Maka itu saya mengajak seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar, untuk bersama-sama menyukseskan Program Sekolah Tangguh ini,” tandasnya. (KP).


Laporan : Ependi Abidin

Editor : Riduan





Memuat...