Budi menjelaskan salah satu tantangan besar pesantren di era modern adalah kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital dan media.
“Tantangan pesantren banyak, di antaranya kita harus memahami dunia digital dan media. Karena sekarang zaman digital, kalau pesantren tidak menguasai itu, maka kita akan tertinggal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Budi Nurhamid menegaskan bahwa nilai hubbul wathan minal iman mencintai tanah air sebagian dari iman adalah ajaran luhur yang diwariskan para ulama pendiri bangsa.
BACA JUGA : Ferri Irawan Genjot Tahfiz Al-Qur’an dan Karakter Siswa SMP Nurul Jannah
“Sejak dulu santri diajarkan untuk mencintai bangsanya. ‘Hubbul wathon minal iman’, mencintai negara sebagian dari iman, itu diserukan oleh ulama besar seperti Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari. Bahkan Nabi Muhammad SAW juga mencintai bangsanya, artinya kita juga harus mencintai bangsa kita sebagai wujud dari sunnah Rasul,” ungkapnya.
Ia menambahkan, semangat Hari Santri harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus belajar dan berjuang di bidang pendidikan serta keagamaan.
“Semangat Hari Santri itu menumbuhkan semangat berjuang dalam belajar dan mengaji untuk masa depan, baik dunia maupun akhirat,” tutur Budi.










