“Dua siswa SD Negeri 003 Air Sena, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, mengharumkan nama daerah dan Indonesia setelah meraih penghargaan dalam kompetisi menulis puisi tingkat ASEAN yang diikuti peserta dari sembilan negara.”
Guru SD Negeri 003 Air Sena, Tarji, mengatakan dua siswanya berhasil meraih prestasi membanggakan dalam ajang kompetisi menulis puisi tingkat ASEAN yang diikuti sembilan negara. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa karya sastra yang mengangkat kearifan lokal Anambas mampu bersaing dan mendapat apresiasi di tingkat internasional.
ANAMBAS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas. Dua siswa SD Negeri 003 Air Sena, Kecamatan Siantan Tengah, berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih penghargaan dalam kompetisi menulis puisi tingkat ASEAN yang diikuti peserta dari sembilan negara.
Keberhasilan tersebut disampaikan Guru SD Negeri 003 Air Sena, Tarji, saat diwawancarai koranperbatasan.com.
Menurut Tarji, kedua siswa berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui karya sastra yang mengangkat kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal Kabupaten Kepulauan Anambas.
Siswa pertama, Olivia Patri Lisa, berhasil meraih peringkat tiga tingkat ASEAN melalui puisi bertema pelestarian Ikan Napoleon, salah satu spesies laut yang menjadi kekayaan perairan Anambas.
Sementara itu, Angga Sutajiwaka berhasil masuk 10 besar tingkat ASEAN melalui puisi yang mengangkat keindahan wisata Pulau Penyali, salah satu destinasi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Anambas.
Tarji menjelaskan, pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Ia bersama para siswa sengaja mengangkat identitas daerah melalui karya sastra agar masyarakat internasional semakin mengenal potensi alam dan budaya Anambas.
“Karya para siswa sengaja mengangkat kearifan lokal dan budaya khas Anambas melalui sastra. Kami ingin memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan pariwisata Anambas kepada dunia internasional,” ujar Tarji.
Menurutnya, kompetisi tersebut merupakan agenda tahunan tingkat ASEAN yang diikuti oleh peserta dari sembilan negara.
Pada penyelenggaraan tahun 2025, kompetisi difokuskan pada lomba menulis puisi. Sementara untuk tahun 2026, panitia berencana menggelar kompetisi menulis cerpen tingkat nasional.
Tarji berharap prestasi yang diraih Olivia dan Angga menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berkarya dan mencintai sastra sejak usia dini.
“Kami berharap prestasi ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus melestarikan sastra sebagai kebanggaan daerah dan kebanggaan nasional di mata dunia,” tutupnya.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang bagi pelajar di daerah perbatasan untuk bersaing di tingkat internasional. Melalui kreativitas, semangat belajar, dan kecintaan terhadap budaya lokal, siswa-siswi Anambas mampu menunjukkan bahwa karya mereka dapat dikenal hingga tingkat ASEAN. (KP).
Laporan: Azmi










