NATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

SMKN 1 Bunguran Timur Natuna Perkuat Karakter Pelajar Vokasi Era AI

×

SMKN 1 Bunguran Timur Natuna Perkuat Karakter Pelajar Vokasi Era AI

Sebarkan artikel ini
Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., bersama guru, staf, dan pelajar melakukan foto bersama usai pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila 2026. Momentum tersebut menjadi penguatan nilai Pancasila, cinta tanah air, serta kesiapan pelajar vokasi menghadapi perkembangan era Artificial Intelligence (AI).

“SMKN 1 Bunguran Timur Kabupaten Natuna menjadikan momentum Hari Lahir Pancasila 2026 sebagai penguatan nasionalisme, ideologi Pancasila, dan karakter pelajar vokasi menghadapi perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI).”

Kepala SMK Negeri 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., menegaskan pentingnya menjaga nilai nasionalisme dan karakter Pancasila di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hal tersebut disampaikan saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan SMKN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Senin (1/6/2026).

NATUNA – Keluarga besar SMK Negeri 1 Bunguran Timur menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.

Pelaksanaan upacara tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 11426/B/MDM.A/HK.04.00/2026 tertanggal 29 Mei 2026 serta arahan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau tentang pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.

Dalam amanatnya, Kepala SMKN 1 Bunguran Timur, Subbihi, M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat penting bagi insan pendidikan untuk terus menjaga jati diri bangsa.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat, terutama hadirnya era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), harus diimbangi dengan penguatan karakter dan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Sebagai insan pendidikan, kita harus menjaga persatuan dalam kebinekaan, memperkuat toleransi, menjunjung tinggi kedaulatan dan kemandirian bangsa, serta memiliki jiwa patriotisme meskipun berada di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI),” ujarnya kepada koranperbatasan.com melalui wawancara WhatsApp.

Subbihi menjelaskan, nilai nasionalisme yang terkandung dalam Hari Lahir Pancasila mengajarkan tentang pentingnya persatuan di tengah keberagaman, cinta tanah air, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Baca Juga:  Bupati Natuna Menandatangani Komitmen Pengembangan Natuna Sebagai Geopark Nasional

Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan vokasi untuk memahami ideologi Pancasila secara menyeluruh melalui tiga tingkatan nilai utama sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pertama, nilai dasar yaitu hakikat dari lima sila Pancasila yang meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Kedua, nilai instrumental yaitu penjabaran nilai dasar Pancasila dalam bentuk aturan, undang-undang, serta kebijakan formal negara.

Ketiga, nilai praksis yaitu penerapan nyata nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Subbihi menambahkan, para pelajar vokasi harus mampu meneladani sikap para pendiri bangsa yang rela berkorban dan selalu mengutamakan kepentingan bersama demi terwujudnya kemerdekaan Indonesia.

“Kita sadar bahwa nilai-nilai sejarah ini diteladani dari sikap para pendiri bangsa yang mengutamakan kepentingan bersama di atas golongan demi mencapai kemerdekaan Indonesia. Begitu juga kita sebagai generasi penerus bangsa harus meneladaninya,” tuturnya.

Melalui momentum Hari Lahir Pancasila tahun 2026, ia berharap seluruh civitas akademika SMKN 1 Bunguran Timur mampu menerapkan nilai luhur Pancasila dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap seluruh civitas akademika SMKN 1 Bunguran Timur dapat mengaktualisasikan nilai karakter tersebut. Dengan pemahaman yang matang, kita mampu menjadi generasi penerus yang menjaga jati diri bangsa sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dunia,” tutupnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 11

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *