NATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

Fokus Bentuk Akhlak, SMP Imam Syafii Boarding School Natuna Buka SPMB 2026 

×

Fokus Bentuk Akhlak, SMP Imam Syafii Boarding School Natuna Buka SPMB 2026 

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Imam Syafii Boarding School, Opianda Amelta, S.Pd., menyampaikan komitmen sekolah dalam membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan cinta Al-Qur’an melalui program pendidikan berbasis pesantren di Natuna.

“SMP Imam Syafii Boarding School Natuna membuka SPMB 2026 dengan konsep pendidikan berbasis adab, tahfidz, dan pembinaan karakter islami.”

Kepala SMP Imam Syafii Boarding School Natuna, Opianda Amelta, S.Pd., menyampaikan sekolah berbasis pesantren tersebut resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 dengan fokus utama membentuk generasi berakhlak, disiplin, dan cinta Al-Qur’an.

NATUNA – SMP Imam Syafii Boarding School Natuna resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026. Sekolah berbasis pesantren ini menawarkan konsep pendidikan terpadu yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan penguatan adab dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala sekolah, Opianda Amelta, S.Pd., menjelaskan bahwa pendaftaran telah dibuka sejak Februari dan akan ditutup pada Juni 2026 mendatang. Tahun ini, sekolah hanya menargetkan satu rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas terbatas sebanyak 30 siswa.

“Kami hanya menargetkan satu rombel saja,” ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Kamis (14/5/2026).

Berbeda dengan sekolah umum lainnya, mekanisme seleksi di SMP Imam Syafii dilakukan secara offline melalui beberapa tahapan tes.

Adapun materi seleksi meliputi pengetahuan agama Islam dasar, pengetahuan umum, tes baca Al-Qur’an, tes kecepatan menghafal, hingga wawancara kepada calon siswa dan orang tua atau wali murid.

Menurut Opianda, wawancara tersebut bertujuan untuk mengetahui kesiapan calon santri menjalani kehidupan di asrama serta komitmen keluarga terhadap pendidikan pesantren.

“Materi wawancara seputar kesiapan mondok, adab dan kedisiplinan, komitmen mengikuti aturan pesantren, serta dukungan orang tua terhadap pendidikan anak,” jelasnya.

Dari sisi akademik, sekolah ini mengedepankan pembelajaran terpadu antara pendidikan umum dan pendidikan Islam dalam lingkungan pesantren.

Santri juga dibina dalam program tahfidz Al-Qur’an, pembelajaran bahasa Arab, serta pembiasaan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid.

Baca Juga:  Tekan Penyebaran Covid-19, Polres Natuna Terus Laksanakan Operasi Yustisi

Selain akademik, pembinaan karakter menjadi fokus utama sekolah. Para santri dibiasakan hidup disiplin, mandiri, tepat waktu, serta menjalankan ibadah sunnah seperti puasa sunnah, dzikir pagi petang, qiyamul lail, dan tilawah harian.

“Kami tidak hanya ingin mencetak anak yang pintar secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, adab, kemandirian, dan kecintaan kepada agama,” tegas Opianda.

Di bidang non-akademik, sekolah juga menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal, bela diri, muhadharah atau pidato bahasa Arab, hingga menjahit.

“Futsal dan bela diri menjadi ekstrakurikuler yang paling diminati para santri,” katanya.

Meski berbasis pesantren, SMP Imam Syafii juga memiliki prestasi olahraga, khususnya pada cabang badminton dan futsal.

Di akhir keterangannya, pihak sekolah mengajak masyarakat Natuna untuk lebih selektif memilih lingkungan pendidikan bagi anak di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan agama yang kuat. Kami menghimbau kepada orang tua untuk memilih lingkungan pendidikan yang baik karena lingkungan sangat mempengaruhi karakter dan masa depan anak,” pesannya.(KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *