“SMP Imam Syafii Boarding School Natuna menghadirkan sistem berbeda dalam pelaksanaan ujian tahfidz semester genap dengan konsep musabaqoh untuk meningkatkan kualitas hafalan dan mental percaya diri santri.”
Mudir Umum Pesantren Imam Syafii Boarding School Natuna, Ustadz Husnul Khuluq, S.Pd., mengatakan pelaksanaan ujian tahfidz semester genap tahun 2026 tidak hanya bertujuan mengukur kemampuan hafalan Al-Qur’an para santri, tetapi juga melatih mental dan keberanian mereka tampil di depan umum.
NATUNA – SMP Imam Syafii Boarding School Natuna menggelar ujian tahfidz semester genap dengan konsep berbeda melalui sistem musabaqoh atau perlombaan tahfidz. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (1/6/2026).
Ujian tahfidz ini diikuti seluruh santri dan santriwati kelas VII hingga VIII. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, kali ini peserta diuji secara terbuka dengan disaksikan langsung oleh rekan-rekan santri lainnya.
Dalam pelaksanaannya, santri dan santriwati maju secara bergantian untuk mengikuti ujian. Peserta putra diuji di hadapan santri putra, sementara peserta putri diuji di hadapan santriwati putri guna menjaga kenyamanan dan kekhidmatan kegiatan.
Mudir Umum Pesantren Imam Syafii Boarding School Natuna, Ustadz Husnul Khuluq, S.Pd., menjelaskan setiap peserta mendapatkan tiga soal dari penguji tahfidz dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan berdasarkan capaian hafalan masing-masing santri.
Menurutnya, sistem ujian tersebut dirancang untuk menguji kemampuan hafalan sekaligus ketangkasan santri dalam mengingat ayat Al-Qur’an.
“Ketika menjawab, mereka diberikan waktu jeda untuk berpikir selama satu menit. Jika belum mampu menjawab, penguji akan memberikan peringatan atau ketukan. Apabila masih belum bisa, maka diberikan bantuan. Namun jika tetap tidak mampu menjawab, soal pertama dianggap gugur dan dilanjutkan ke soal berikutnya,” jelasnya kepada koranperbatasan.com melalui wawancara WhatsApp.
Husnul mengatakan, penerapan metode musabaqoh ini dilakukan untuk memberikan suasana baru kepada para santri. Sebab, pada pelaksanaan sebelumnya ujian hanya dilakukan di hadapan penguji tahfidz.
“Kami ingin memberikan vibes yang berbeda dalam ujian kali ini. Selain menguji hafalan, kami ingin membangun kepercayaan diri anak-anak saat tampil di depan umum,” ujarnya.
Antusiasme para santri terlihat tinggi selama pelaksanaan ujian berlangsung. Bahkan, salah satu capaian membanggakan datang dari santri kelas VIII yang berhasil mencapai hafalan tertinggi sebanyak 9 juz.
Selain pelaksanaan ujian tahfidz semester genap, Husnul juga memberikan apresiasi kepada santri kelas IX yang akan menyelesaikan pendidikan mereka di SMP Imam Syafii Boarding School Natuna.
Sebanyak 8 santri kelas IX tahun ini berhasil mencatat capaian hafalan Al-Qur’an yang membanggakan.
“Untuk kelas IX yang akan lulus, ada 8 orang santri. Tiga orang sudah mencapai hafalan 16 juz, sementara lima orang lainnya mencapai hafalan 12 juz,” ungkapnya.
Husnul berharap, pelaksanaan ujian tahfidz dengan sistem musabaqoh ini mampu memberikan pengalaman berharga kepada para santri, khususnya dalam membangun keberanian, kedisiplinan, serta rasa percaya diri.
Ia juga berharap hafalan Al-Qur’an yang telah dimiliki tidak hanya dijaga, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga dengan metode ini anak-anak lebih mempersiapkan diri. Ini juga memberikan pembelajaran agar santri lebih percaya diri tampil di depan umum. Semoga mereka semakin kuat hafalannya dan dapat mengamalkan apa yang sudah dihafalkan,” tutupnya.
Laporan: Dini










