BUDAYA PERBATASANNATUNAPENDIDIKANPOTRET PERBATASAN

SMPN 1 Bunguran Timur Rayakan Idul Adha dengan Empat Ekor Sapi Kurban

×

SMPN 1 Bunguran Timur Rayakan Idul Adha dengan Empat Ekor Sapi Kurban

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Negeri 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya usai memberikan keterangan mengenai kegiatan penyembelihan hewan kurban Idul Adha di lingkungan sekolah, Kabupaten Natuna.

“SMP Negeri 1 Bunguran Timur kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha dengan semangat kebersamaan dan toleransi antarwarga sekolah.”

Kepala SMP Negeri 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., mengatakan pihak sekolah kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada hari kedua Idul Adha di Kabupaten Natuna. Tradisi tersebut rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk kebersamaan antara guru, staf sekolah, dan siswa dalam memperingati Hari Raya Kurban.

NATUNA – Keluarga besar SMP Negeri 1 Bunguran Timur kembali menggelar kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Berbeda dengan sebagian besar pelaksanaan kurban pada umumnya, kegiatan di sekolah ini sengaja dilaksanakan pada hari kedua Idul Adha agar seluruh keluarga besar sekolah dapat ikut berpartisipasi.

Kepala SMP Negeri 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., menjelaskan pelaksanaan kurban di hari kedua dilakukan karena pada hari pertama banyak guru dan staf yang menjalankan ibadah kurban bersama keluarga maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Kalau hari pertama biasanya banyak yang berkurban di masjid atau lingkungan tempat tinggalnya. Karena itu kami memilih melaksanakan kurban di hari kedua atau ketiga,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).

Tahun ini, sekolah tersebut menyembelih empat ekor sapi yang berasal dari kelompok kurban para guru dan staf sekolah. Setiap kelompok terdiri dari tujuh orang peserta kurban.

“Untuk tahun ini ada empat grup, berarti ada empat ekor sapi,” jelasnya.

Menurut Zurna, pelaksanaan kurban di SMPN 1 Bunguran Timur tidak menggunakan sistem kepanitiaan formal. Seluruh proses dilakukan secara gotong royong demi mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.

“Kalau bapak-bapaknya biasanya membantu menguliti hewan dan memotong daging. Ibu-ibunya bagian menimbang dan memasukkan daging ke kantong untuk dibagikan,” katanya.

Baca Juga:  Kades Se-Kabupaten OKU Minta Penegak Hukum Tindak Tegas Oknum LSM Meresahkan

Ia menyebut pengelolaan dana kurban dikoordinasikan oleh guru agama sekolah, Sayudi, yang secara rutin mengumpulkan iuran dari para peserta kurban setiap bulan.

Selain melibatkan guru dan staf, kegiatan tersebut juga melibatkan sekitar 10 anggota OSIS laki-laki dan perempuan untuk membantu proses distribusi daging kurban.

“Mereka membantu mengangkat dan mengelompokkan daging yang nantinya dibagikan kepada siswa, guru, dan masyarakat sekitar,” tuturnya.

Menariknya, suasana toleransi antarumat beragama juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Guru-guru non-Muslim tetap hadir dan ikut membantu proses pelaksanaan kurban sebagai bentuk solidaritas di lingkungan sekolah.

“Kalau guru non-Muslim ada juga yang datang membantu saat pelaksanaan kurban. Itu bentuk toleransi dan kebersamaan di sekolah kami,” ungkap Zurna.

Melalui kegiatan kurban ini, pihak sekolah berharap nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan kekeluargaan terus tumbuh di lingkungan pendidikan.

“Semoga sapi yang disembelih ini menjadi pahala dan memberikan syafaat bagi kita semua di akhirat nanti,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 34

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *