“SMPN 1 Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, membuktikan kegiatan pelepasan siswa kelas IX tetap dapat berlangsung penuh makna meski digelar sederhana tanpa pungutan biaya dari orang tua.”
Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pelepasan siswa kelas IX tahun ajaran 2025/2026 menjadi momentum penuh haru bagi para siswa dan guru. Meski dilaksanakan dengan konsep tanpa biaya atau no budget, kegiatan tersebut tetap berjalan meriah, kreatif, dan meninggalkan kenangan mendalam bagi 258 siswa yang resmi dinyatakan lulus.
NATUNA – SMPN 1 Bunguran Timur sukses menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas IX dengan konsep sederhana tanpa membebani orang tua. Acara yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026) tersebut menjadi bukti bahwa kebersamaan antara guru dan siswa mampu menciptakan momen perpisahan yang berkesan.
Suasana haru dan bahagia terlihat dalam kegiatan tersebut. Setelah tiga tahun menjalani pendidikan, para siswa harus meninggalkan berbagai cerita dan kenangan yang telah mereka bangun bersama di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 1 Bunguran Timur, Zurna, S.Pd., mengatakan perpisahan selalu menjadi momen emosional bagi siswa. Bahkan, hal-hal yang dahulu dianggap berat selama menjalani masa sekolah berubah menjadi kenangan indah saat tiba waktunya berpisah.
“Seperti yang disampaikan mantan Ketua OSIS kami, Elo, mungkin ketika masih sekolah ada yang berpikir kapan masa SMP ini berakhir karena banyak tugas. Tetapi setelah sampai di akhir perjalanan, ternyata masa-masa itu menjadi sesuatu yang sangat mengesankan,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).
Zurna menjelaskan, tahun ini sebanyak 258 siswa SMPN 1 Bunguran Timur resmi dinyatakan lulus. Sementara satu siswa lainnya tidak dapat diluluskan karena tidak mengikuti proses kegiatan belajar mengajar selama semester genap.
“Jumlah siswa kelas IX itu ada 259 orang. Yang lulus 258 siswa. Satu orang memang terpaksa tidak kita luluskan karena tidak mengikuti proses belajar mengajar,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan pelepasan tahun ini dibuat dengan konsep berbeda karena pihak sekolah mengikuti aturan terkait larangan pungutan biaya untuk kegiatan perpisahan sekolah.
Zurna menegaskan, pihak sekolah tidak ingin membebani wali murid, sehingga memilih melaksanakan kegiatan sederhana dengan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.
“Kami sebagai sekolah berusaha tunduk, taat, dan patuh terhadap aturan. Kami memutuskan tidak melaksanakan perpisahan yang harus melibatkan orang tua dan mengeluarkan biaya,” katanya.
Meski tanpa anggaran, kreativitas guru dan siswa mampu membuat kegiatan tersebut tetap berjalan menarik. Dekorasi panggung dibuat menggunakan inventaris sekolah, sedangkan seluruh rangkaian hiburan berasal dari bakat siswa dan guru.
“Kami memanfaatkan apa yang ada. Anak-anak kelas IX menampilkan hasil ujian praktik mereka, kemudian siswa kelas VII dan VIII ikut tampil melalui kegiatan mendongeng. Guru juga ikut berpartisipasi menyumbangkan bakat secara sukarela,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Zurna memberikan pesan khusus kepada para lulusan agar tidak cepat merasa puas dengan pencapaian saat ini. Ia meminta seluruh siswa berani memiliki cita-cita besar dan tetap optimis menghadapi masa depan.
“Berani bermimpi besar, karena ke depannya kita tidak pernah tahu nanti akan menjadi apa. Jangan overthinking dengan keadaan sekarang, tetap harus optimis,” pesannya.
Selain pendidikan akademik, Zurna juga menekankan dua hal penting yang harus dimiliki para siswa, yakni karakter yang baik dan kemampuan memahami perkembangan teknologi digital.
“Akhlak yang akan menentukan kita bisa sukses atau tidak. Ilmu tanpa adab juga tidak akan membuat kita berhasil,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar bijak menggunakan media sosial di tengah perkembangan teknologi saat ini.
“Kita hidup di era semua ada di genggaman. Kita harus cerdas dan kritis, membaca serta memaknai informasi dengan baik. Saring dulu sebelum membagikan sesuatu,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan pelepasan tersebut kemudian ditutup dengan prosesi simbolis pencopotan atribut sekolah berupa topi dan dasi, dilanjutkan pembagian surat keterangan kelulusan serta rapor siswa sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Zurna berharap seluruh lulusan SMPN 1 Bunguran Timur mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, meraih cita-cita, serta tetap membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.
Laporan: Dini










