KEUANGANNATUNAPENDIDIKAN

Natuna Buka Prodi MBS, Siapkan Generasi Pebisnis Syariah Profesional

×

Natuna Buka Prodi MBS, Siapkan Generasi Pebisnis Syariah Profesional

Sebarkan artikel ini
Ketua Prodi Ekonomi Syariah STAI Natuna, H. Kartubi, S.E., M.E.I., menjelaskan bahwa pembukaan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) bertujuan mencetak lulusan berjiwa entrepreneur dan siap bersaing di sektor bisnis syariah modern di Natuna.

“STAI Natuna resmi membuka Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) untuk mencetak generasi muda yang siap bersaing di sektor bisnis dan industri berbasis syariah.”

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah (Ekis) STAI Natuna, H. Kartubi, S.E., M.E.I., menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) menjadi langkah strategis kampus dalam memperluas pilihan pendidikan sekaligus mencetak lulusan berjiwa entrepreneur di Kabupaten Natuna.

NATUNA – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna resmi menghadirkan Program Studi (Prodi) baru, yakni Manajemen Bisnis Syariah (MBS). Kehadiran prodi tersebut melengkapi total enam program studi yang kini tersedia di lingkungan STAI Natuna.

Pembukaan Prodi MBS merupakan pengembangan dari Program Studi Ekonomi Syariah (Ekis). Sebelumnya, Manajemen Bisnis Syariah hanya menjadi konsentrasi di bawah Prodi Ekis, namun kini telah berdiri sebagai program studi mandiri.

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah STAI Natuna, H. Kartubi, S.E., M.E.I., menjelaskan bahwa pemisahan prodi tersebut dinilai membawa dampak positif bagi pengelolaan akademik dan pengembangan mahasiswa.

“Artinya bagus, lebih fokus, kemudian lebih mandiri lagi untuk mengelola, baik itu mahasiswa, kemudian aktivitas perkuliahannya sudah tersendiri. Kemudian lebih pada bagaimana menjadikan lulusan-lulusannya yang berjiwa bisnis atau entrepreneur,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (22/5/2026).

Kartubi menjelaskan, secara metode pembelajaran Prodi Ekonomi Syariah dan MBS tidak jauh berbeda. Namun, terdapat perbedaan pada fokus mata kuliah dan kompetensi lulusan yang ingin dibentuk.

Jika Prodi Ekonomi Syariah memiliki cakupan lebih luas seperti keuangan, marketing, bisnis, dan perbankan, maka Prodi Manajemen Bisnis Syariah lebih menitikberatkan pada kemampuan manajerial dan kepemimpinan bisnis berbasis syariah.

“Lulusan Manajemen Bisnis Syariah nantinya dipersiapkan menjadi leader perusahaan, bisa menjadi manajer, pimpinan, bahkan direktur di berbagai sektor bisnis syariah, baik di bidang pariwisata, keuangan, maupun bidang lainnya,” jelas Kartubi.

Baca Juga:  MIS Darul Ulum Natuna Meriahkan Kemerdekaan Lewat Lomba Edukatif 

Ia juga mengungkapkan bahwa legalitas Prodi MBS telah resmi disetujui Kementerian Agama Republik Indonesia sekitar dua hingga tiga minggu lalu.

“Sekitar dua minggu atau tiga minggu yang lalu, belum sampai sebulan. Disetujui oleh Kementerian Agama,” tuturnya.

Di tengah semakin terbatasnya formasi pegawai negeri, Kartubi menilai sektor swasta justru membuka peluang besar bagi generasi muda Natuna untuk berkembang melalui dunia usaha dan bisnis syariah.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi saat ini tidak lagi harus terpaku menjadi aparatur sipil negara, melainkan dapat menjadi penggerak ekonomi mandiri yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Orientasinya bukan hanya PNS, tapi bagaimana menjadi pebisnis-pebisnis unggul. Karena saat ini pelaku bisnis praktis syariah masih sangat terbatas,” ungkapnya.

Kartubi berharap kehadiran Prodi MBS dapat menjadi alternatif baru bagi lulusan SMA sederajat di Natuna yang ingin menekuni dunia bisnis berbasis syariah dan memiliki kemampuan manajemen profesional.

“Harapan kita, prodi baru ini bisa menciptakan orang-orang yang siap mandiri ke depannya di sektor bisnis ini,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 15

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *