“STAI Natuna resmi beralih bentuk menjadi Institut Agama Islam (IAI) Natuna. Perubahan tersebut menjadi langkah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi di daerah perbatasan sekaligus membuka target menuju Universitas Natuna dalam waktu tidak lebih dari lima tahun.”
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Arsal Salim Gp.Mag, menyampaikan ucapan selamat atas resmi beralihnya Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna menjadi Institut Agama Islam (IAI) Natuna. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Alih Bentuk kepada Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., berlangsung di ruang kerja Kementerian Agama Republik Indonesia, Rabu (2/9/2026).
NATUNA — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna resmi beralih bentuk menjadi Institut Agama Islam (IAI) Natuna. Perubahan status kelembagaan tersebut ditandai dengan penyerahan SK Alih Bentuk dari Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Arsal Salim Gp.Mag, kepada Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I.
Penyerahan SK berlangsung di ruang kerja Kementerian Agama Republik Indonesia pada Rabu, 2 September 2026.
Turut hadir dalam penyerahan SK tersebut Maulida, M.Pd., selaku Ketua Bidang Administrasi, Personalia, dan Perencanaan STAI Natuna.
Dalam kesempatan tersebut, Arsal menyampaikan ucapan selamat atas perubahan bentuk kelembagaan STAI Natuna menjadi Institut Agama Islam Natuna.
Menurutnya, perubahan status tersebut harus menjadi momentum untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi, khususnya di wilayah perbatasan.
“Yang jelas, perubahan bentuk dari satu menjadi institut harus didukung oleh semua pihak, agar dunia pendidikan, terutama di daerah perbatasan, semakin berkembang dan maju,” ujar Arsal kepada koranperbatasan.com melalui WhatsApp, Rabu (2/9/2026).
Arsal berharap perubahan tersebut dapat menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Natuna untuk ikut berpartisipasi dalam penguatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga dosen.
Selain pengembangan SDM, ia juga berharap pemerintah daerah dapat membantu meningkatkan jumlah mahasiswa melalui dukungan bantuan pendidikan maupun beasiswa.
“Selain itu, saya berharap agar perubahan tersebut dapat dijadikan momentum bagi pemerintah daerah untuk ikut berpartisipasi dalam penguatan dan pengembangan SDM dosen serta meningkatkan jumlah mahasiswa melalui bantuan pendidikan atau beasiswa,” tuturnya.
Target Menuju Universitas
Peralihan status menjadi institut juga diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan kelembagaan IAI Natuna ke tahap berikutnya.
Arsal berharap IAI Natuna tidak berhenti pada perubahan status menjadi institut, tetapi mampu berkembang menjadi universitas dalam waktu tidak lebih dari lima tahun.
“Selamat atas keberhasilan alih bentuk STAI Natuna menjadi Institut. Semoga menjadi langkah awal yang mantap menuju terwujudnya Universitas Natuna dalam waktu tidak lebih dari lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Target tersebut menjadi arah pengembangan jangka menengah bagi IAI Natuna untuk memperkuat kelembagaan sekaligus memperluas kontribusinya terhadap pendidikan tinggi di Natuna.
Peresmian dan Pengukuhan Rektor
Sementara itu, Ketua STAI Natuna, Dr. H. Umar Natuna, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan setelah perubahan status tersebut, pihak kampus akan melanjutkan sejumlah agenda kelembagaan.
Menurut Umar, kampus akan menggelar peresmian sekaligus pengukuhan rektor. Perubahan struktur internal kelembagaan juga akan dilakukan untuk menyesuaikan status baru sebagai institut.
“Nanti akan ada peresmian dan pengukuhan rektor, disertai perubahan kelembagaan dari program studi (prodi) ke fakultas dengan biro-bironya,” ujar Umar.
Perubahan tersebut mencakup penyesuaian kelembagaan dari program studi menjadi fakultas serta perubahan bagian menjadi biro.
Dengan resmi beralihnya status STAI Natuna menjadi IAI Natuna, perguruan tinggi tersebut memasuki tahapan baru dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Natuna.
Laporan: Dini










