NATUNARAGAM PERBATASAN

Tarawih Ramai, Masjid Ibnu Salim Tertib

×

Tarawih Ramai, Masjid Ibnu Salim Tertib

Sebarkan artikel ini
Suasana salat tarawih di Masjid Ibnu Salim Ranai Darat yang dipenuhi jemaah pada awal Ramadan 2026, Jumat (20/2/2026).

“Ketua Masjid Ibnu Salim Ranai Darat memastikan pelaksanaan salat tarawih berjalan lancar dan tetap memberi ruang bagi generasi muda untuk aktif di masjid.”

NATUNA – Ketua Masjid Ibnu Salim Ranai Darat, H. Muhammad Rizal, menyampaikan bahwa pelaksanaan salat tarawih selama tiga malam terakhir berlangsung ramai, tertib, dan terkendali di wilayah Ranai Darat, Natuna, Jumat (20/2/2026).

Menurut H. Muhammad Rizal, antusiasme jemaah cukup tinggi sejak malam pertama. Ia mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang terus memenuhi masjid.

“Alhamdulillah, untuk tiga malam ini cukup ramai dan cukup lancar, tertib, dan terkendali. Kami berharap ke depan dan seterusnya seperti ini juga,” ujarnya saat ditemui di area masjid.

Ia mengakui tantangan utama saat ini adalah ramainya anak-anak yang turut hadir ke masjid. Namun demikian, pihak pengurus tidak ingin membatasi kehadiran mereka.

“Anak-anak ini tidak bisa kita larang. Ini media mereka untuk belajar. Mereka generasi berikutnya di masjid ini. Kalau kita larang, ke depannya mereka tidak akan datang lagi. Lalu generasi berikutnya siapa?” tegasnya.

Rizal menekankan bahwa keberadaan anak-anak justru menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga keberlangsungan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat.

Terkait jadwal penceramah, ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat di Kementerian Agama sebelumnya, tahun ini tidak ada lagi pengiriman mubalig dari pemerintah daerah ke masjid-masjid dan musala.

“Alasannya keterbatasan anggaran. Jadi kami diminta mencari sendiri penceramah untuk kultum menjelang tarawih setelah salat Isya,” jelasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, pengurus masjid mengalokasikan dana internal. Penceramah dari luar lingkungan masjid diberikan honor sebesar Rp100.000 per orang, sedangkan untuk penceramah internal masih bersifat sukarela.

Baca Juga:  SDN 004 Ranai Siap Gelar Pesantren Kilat

Ia juga berharap masyarakat Ranai Darat terus menjaga semangat memakmurkan masjid.

“Masjid kita besar tapi kalau kosong, malu kita sendiri. Kemakmuran suatu daerah itu nampak dari masjidnya. Kalau masjidnya makmur, insyaallah masyarakat di sekitarnya pun makmur,” katanya.

Pengurus Masjid Ibnu Salim berharap suasana tertib dan semarak ini terus terjaga hingga akhir Ramadan. (KP).


Laporan: Dini


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *