KABAR PERBATASANNATUNA

Terus Roboh, Ketua RT Angkat Bicara Soal Jembatan Penghubung Setungku dan Tanjung Sebauk

×

Terus Roboh, Ketua RT Angkat Bicara Soal Jembatan Penghubung Setungku dan Tanjung Sebauk

Sebarkan artikel ini
Ketua RT 07 RW 04 Setungku, Sartono.

NATUNA – “Baru kemarin kita perbaiki, sekarang roboh lagi,” begitulah keluhan yang diungkapkan Ketua RT 07 RW 04 Setungku, Sartono mewakili warganya kepada koranperbatasan.com melalui sambungan telepon seluler, Selasa, 16 Agustus 2022.

Tono menceritakan, jembatan penghubung antara Setungku dan Tanjung Sebauk merupakan akses utama yang digunakan warga baik untuk beraktivitas maupun keperluan lainnya. kondisi jembatan yang kini memburuk, memberikan dampak yang sangat berarti terhadap mata pencaharian warga setempat.

Sebab di Setungku memiliki berbagai Sumber Daya Alam (SDA) yang dimanfaatkan warga sebagai mata pencaharian seperti karet, bebatuan, cengkeh dan sebagainya. Sayangnya, jembatan penghubung yang menjadi akses keluar masuk orang dan barang ini, dinilainya sudah mulai tak lagi layak digunakan.

“Ibarat kita mau kerja susah, kita kerja karet saja nambah biaya, antar karet itu harus mutar dulu lewat Kantor Camat Bunguran Batubi dengan jarak 4 kilometer, itupun jika hujan sulit bisa dilewati, becek. Terus dari Kantor Camat Bunguran Batubi ke Tanjung Sebauk itu jaraknya lebih kurang 7 kilometer, jadi belasan kilometer harus kita lewati. Kalau lewat jembatan ini kan hanya 800 meter,” terangnya.

Potret Jembatan Penghubung Setungku – Tanjung Sebauk melintasi sungai.

Tono mengaku, berbagai upaya telah dilakukan agar warga bisa melewati jalur akses cepat sepanjang 800 meter itu. Mulai dari pengaduan ke pihak pemerintah Desa Sedanau Timur, hingga melakukan gotong royong. Namun, dirinya bersama warga sudah kualahan jika terus-terusan gotong royong yang tiada berkesudahan.

“Sekedar gotong royong tidak mampu lagi. Kita perbaiki yang disini, disana roboh,” ujarnya.

Tono merasa prihatin, kondisi jembatan berbahan dasar kayu ini terus-terusan roboh dengan sendirinya, karena menjadi penghambat atau sulitnya akses bagi anak-anak menuju ke sekolah yang berada di Tanjung Sebauk. Kekhawatiran akan bahaya yang mengancam keselamatan anak-anak tentu tidak bisa dipungkiri, sebab sudah sering terjadi warga terjatuh ke lumpur saat berkendara menggunakan sepeda motor.

Baca Juga:  KPU Natuna Keluarkan Surat Pengumuman Penyerahan Dukungan Bakal Calon Perseorangan

“Kita khawatir anak-anak sekolah pakai motor, apalagi jembatan itu melintasi sungai,” tuturya.

Potret warga setempat membantu menaikan dua sepeda motor yang dikendarai terjatuh ke lumpur pasca robohnya Jembatan Penghubung Setungku – Tanjung Sebauk, pada Rabu 23 Juni 2021 lalu.

Tono mengaku, jembatan penghubung sepajang 800 meter yang melintasi sungai selebar 30 meter itu, lebih dari 100 meter diantaranya sudah dibangun atau diperbaiki. Masih terdapat lebih dari 600 meter, kondisi saat ini sudah lapuk.

“Pembangunan itu dari dana desa, 100 meter dua tahap, tahun 2017 dengan 2018.  Terus ada 30 meter dari APBD tahun 2019 berupa beton,” katanya.

Menurut Tono, harapan memiliki akses jembatan yang layak digunakan, telah lama menjadi dambaan warga Setungku. Warga merasa kecewa tidak adanya lanjutan pembangunan jembatan penghubung menuju pusat pemerintahan desa tersebut.

“Sudah sering ditinjau dari konsultan, dari Dinas PU turun mau ngukur, dia bilang mau bangun tapi belum dibangun juga. Tahun 2021 terakhir ambil sampel tanah. Dia bilang dibangun, tak jelas karena dipangkas (refocusing-red) terus dialihkan,” paparnya.

Mewakili warganya, Tono berharap perhatian dari Pemerintah Desa Sedanau Timur maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna untuk terus berkelanjutan membangun atau memperbaiki jembatan penghubung itu, agar mereka bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

“Memang agak sulit lah dengan ekonomi, aktivitas kita terganggu. Mudah-mudah lah pak, harapan kita memang dibangun. Setiap tahun ini dipangkas terus dananya. Paling tidak dana desa, tapi dana desa sekarang banyak pangkas. Harap bangun dana desa, berapa periode baru selesai,” tutupnya. (KP).


Laporan : Johan


📊 Views: 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *