EKONOMI PERBATASANKEUANGANNATUNAUMKM PERBATASAN

Warung Bakso Panjang Rezeki Natuna Kembali Buka, Bakso Goreng Legendaris Jadi Favorit

×

Warung Bakso Panjang Rezeki Natuna Kembali Buka, Bakso Goreng Legendaris Jadi Favorit

Sebarkan artikel ini
Warung Bakso Panjang Rezeki di Jalan Adam Malik, Kecamatan Batu Hitam, Kabupaten Natuna, kembali melayani pelanggan setelah sempat tutup sementara. Usaha kuliner keluarga yang telah berdiri sekitar 32 tahun ini tetap mempertahankan bakso goreng khas dan Es Gunung sebagai menu andalan. (Foto: Koran Perbatasan)

“Warung Bakso Panjang Rezeki, salah satu warung bakso tertua di Kabupaten Natuna, kembali beroperasi setelah sempat tutup akibat musibah keluarga. Mengusung bakso goreng khas dan Es Gunung legendaris, usaha yang telah bertahan selama sekitar 32 tahun itu mulai kembali ramai didatangi pelanggan.”

NATUNA — Pemilik Warung Bakso Panjang Rezeki, Putri, mengatakan usaha kuliner keluarga yang berlokasi di Jalan Adam Malik, Kecamatan Batu Hitam, Kabupaten Natuna, kembali dibuka sekitar dua bulan lalu setelah sempat berhenti beroperasi karena keluarga berduka atas meninggalnya salah satu anak mereka di Batam. Meski sempat vakum, warung tersebut tetap mempertahankan cita rasa khas yang telah dikenal masyarakat selama lebih dari tiga dekade.

“Warung ini sudah berdiri sekitar 32 tahun. Awalnya kami belum jualan bakso, tetapi berjualan gorengan pada malam hari di rumah panggung kecil milik keluarga. Ide membuka usaha bakso datang dari anak kami. Setelah sempat tutup karena keluarga sedang berduka, sekarang kami kembali mengelola warung ini bersama keluarga,” ujar Putri kepada koranperbatasan.com, Rabu (8/7/2026).

Warung Bakso Panjang Rezeki menjadi salah satu usaha kuliner legendaris di kawasan Batu Hitam karena memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan warung bakso pada umumnya. Jika sebagian besar menyajikan bakso rebus, warung ini justru mempertahankan resep bakso goreng yang telah menjadi identitas usahanya sejak puluhan tahun lalu.

Bakso digoreng terlebih dahulu hingga bagian luarnya renyah, kemudian disajikan dengan kuah kaldu panas yang gurih. Perpaduan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam menjadi daya tarik tersendiri yang membuat pelanggan tetap setia.

Selain bakso goreng, menu lain yang tidak kalah populer adalah Es Campur yang lebih dikenal pelanggan dengan sebutan Es Gunung. Julukan tersebut muncul karena serutan es yang menjulang tinggi menyerupai gunung dengan isian yang melimpah.

Baca Juga:  Sejit Fu De Zhengshen di Natuna Ajarkan Kebajikan dan Kerukunan Umat

“Yang paling sering dibeli pelanggan itu bakso goreng sama es campur. Banyak yang menyebutnya Es Gunung karena bentuknya seperti gunung,” kata Putri.

Ia menjelaskan, harga menu saat ini mengalami penyesuaian seiring meningkatnya harga bahan baku dan perlengkapan usaha.

“Sebelumnya bakso dijual Rp13 ribu dengan isi tujuh butir. Sekarang menjadi Rp15 ribu dengan isi enam butir. Untuk Es Gunung porsi besar juga Rp15 ribu, sedangkan porsi kecil Rp10 ribu,” jelasnya.

Putri mengakui kondisi ekonomi yang sedang berlangsung turut memengaruhi daya beli masyarakat dan berdampak terhadap pelaku usaha kecil.

Menurutnya, sebelum terjadi kenaikan harga bahan baku, plastik kemasan, dan kebutuhan usaha lainnya, omzet Warung Bakso Panjang Rezeki dapat mencapai lebih dari Rp2 juta per hari. Kini, pada hari-hari ramai, pendapatan tertinggi yang diperoleh berkisar Rp1 juta.

“Kalau dulu paling banyak bisa sampai Rp2 juta bahkan lebih. Sekarang paling tinggi sekitar Rp1 juta. Harga bahan baku, kantong plastik, dan kebutuhan lainnya naik semua. Efisiensi ekonomi juga membuat daya beli masyarakat menurun sehingga pelaku usaha ikut merasakan dampaknya,” ungkapnya.

Ia menuturkan, saat kembali membuka usaha, jumlah pelanggan masih belum seperti yang diharapkan. Namun, dalam sepekan terakhir kondisi mulai membaik.

“Awal buka lagi memang belum ramai. Lima hari pertama paling hanya sekitar 10 orang yang datang. Alhamdulillah, sekitar seminggu terakhir pelanggan mulai ramai lagi. Banyak pelanggan lama yang kembali datang karena rindu dengan bakso goreng kami,” tuturnya.

Meski menghadapi tantangan ekonomi, Warung Bakso Panjang Rezeki tetap mempertahankan resep asli dan kualitas rasa yang menjadi ciri khasnya selama 32 tahun. Putri menegaskan usaha keluarga tersebut akan terus menjaga cita rasa agar tetap menjadi pilihan masyarakat.

Baca Juga:  Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Hadiri Upacara Hari Jadi ke-26 Kabupaten Natuna

“Harapan kami semoga usaha ini semakin maju, semakin berkembang, dan semakin dikenal masyarakat. Kami ingin tetap menjadi salah satu warung bakso terlama di Natuna dengan mempertahankan cita rasa bakso goreng dan Es Gunung yang tidak pernah berubah sejak dulu,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 53

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *