DALAM beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia dihadapkan pada kenyataan pahit: harga kebutuhan pokok terus melonjak, sementara upah nyaris tak bergerak.
Ironisnya, di balik angka inflasi yang diklaim terkendali dan pertumbuhan ekonomi yang katanya membaik, banyak keluarga justru semakin sulit memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Pertanyaan penting pun muncul: siapa yang sebenarnya diuntungkan dari kondisi ini?
Kenaikan harga barang-barang pokok bukan hanya mencerminkan masalah ekonomi, tapi juga ketimpangan struktural dalam distribusi beban ekonomi. Ketika harga beras, minyak goreng, listrik, hingga transportasi naik, dampaknya langsung menghantam rakyat kecil.










