“Pondok Pesantren Nurul Jannah Natuna membuka PSB 2026 berbasis online dengan fokus penguatan akhlak, tahfidz, dan pembatasan penggunaan HP bagi santri.”
Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Nurul Jannah, Eni, S.Pd., menyampaikan bahwa sekolah berbasis pesantren tersebut resmi membuka penerimaan santri baru tahun ajaran 2026 dengan sistem pendaftaran online serta program unggulan berbasis pendidikan agama dan pembentukan akhlak.
NATUNA – Pondok Pesantren Nurul Jannah resmi membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) tahun ajaran 2026. Pendaftaran gelombang pertama telah dibuka sejak 20 Januari dan akan berlangsung hingga 19 Juni 2026 mendatang.
Berbeda dengan penerimaan siswa baru jalur Dinas Pendidikan yang baru dibuka pada Juli, pesantren ini lebih dahulu membuka jalur penerimaan khusus santri dengan sistem berbasis online.
Ketua Panitia PSB, Eni, S.Pd., menjelaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan melakukan pendaftaran.
“Secara keseluruhan sama saja, kami sekarang menerimanya berbasis online dulu untuk gelombang pertama. Semua pendaftar harus mengisi link yang sudah kami buat dan sebarkan,” ujarnya saat diwawancarai di ruang majelis guru, Senin (18/5/2026).
Selain penyebaran tautan pendaftaran, pihak sekolah juga aktif melakukan promosi melalui media sosial, video pendek, brosur, hingga pemasangan pamflet di sejumlah titik strategis di Natuna.
Sebagai sekolah berbasis pesantren, SMP BP Nurul Jannah menawarkan sejumlah program unggulan yang menggabungkan pendidikan umum dan pendidikan agama.
Program unggulan tersebut meliputi Tahfizul Qur’an, kajian kitab kuning, public speaking, hingga pengembangan seni budaya Melayu seperti Seni Gazal yang mengajarkan permainan alat musik tradisional Melayu.
Eni menegaskan bahwa salah satu kelebihan sistem pendidikan pesantren adalah pembentukan karakter dan pengawasan penggunaan teknologi terhadap anak-anak.
“Di pondok ini anak-anak tidak boleh pegang HP. Sekarang media sosial sangat berpengaruh terhadap akhlak dan pembelajaran mereka. Dengan mondok, fokus anak-anak sepenuhnya untuk mengaji, belajar kitab, dan menata akhlak,” tuturnya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap mendukung perkembangan teknologi pendidikan dengan menyediakan Smart TV di setiap ruang kelas sebagai media pembelajaran modern.
Tak hanya fokus pada pembinaan agama, Pondok Pesantren Nurul Jannah juga aktif mencetak berbagai prestasi di bidang olahraga dan seni.
Sepanjang tahun 2025, sekolah ini berhasil meraih Juara 3 Sepak Bola Spansa Cup ke-4 tingkat SMP se-Kabupaten Natuna, Juara 3 Badminton Tunggal Putri Kejurkab PBSI Natuna 2025, Juara 2 Voli Putra Osman Sana ke-7 MAN 1 Natuna, hingga Juara 3 Duet Lagu Melayu.
Selain itu, para santri juga berhasil meraih Juara 2 Lomba Puisi serta Terbaik 1 Melukis Cerita Rakyat pada ajang Pekan Sastra Utara (Kastra) 2025 tingkat SMP se-Kabupaten Natuna.
Memasuki tahun 2026, dua santri Pondok Pesantren Nurul Jannah juga tengah mengikuti seleksi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) cabang voli putra.
Di akhir wawancara, Eni berharap Pondok Pesantren Nurul Jannah dapat terus menjadi pilihan utama masyarakat Natuna yang ingin menyeimbangkan pendidikan umum dan pembentukan akhlak anak.
“Kami berharap NJ menjadi salah satu sekolah pilihan masyarakat karena selain pelajaran umum, kami juga menunjang pendidikan akhlak dan hafalan anak-anak untuk masa depan mereka,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sekolah berbasis agama di wilayah perbatasan.
“Harapannya kepada pemerintah, semoga sekolah kami bisa lebih dilihat lagi dan dibantu untuk menunjang kegiatan-kegiatan positif yang ada di sekolah ini,” pungkasnya. (KP).
Laporan: Dini










