“SDIT Natuna Insan Qur’ani membuka SPMB gelombang ketiga tahun 2026 dengan fokus pendidikan tahfidz dan pembentukan karakter islami.”
Bagian Tata Usaha SDIT Natuna Insan Qur’ani (NIQ), Aufa Hadi Khaironi, S.Pi., menyampaikan bahwa sekolahnya saat ini tengah membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang ketiga tahun ajaran 2026 dengan target minimal 36 siswa baru.
NATUNA – SDIT Natuna Insan Qur’ani (NIQ) saat ini masih membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang ketiga tahun ajaran 2026. Sekolah berbasis Islam tersebut terus mengedepankan program tahfidz dan pembentukan karakter religius sebagai daya tarik utama bagi masyarakat Natuna.
Bagian Tata Usaha SDIT NIQ, Aufa Hadi Khaironi, S.Pi., menjelaskan bahwa sistem pendaftaran dilakukan melalui dua jalur, yakni online dan offline untuk mempermudah orang tua calon peserta didik.
“Untuk yang online, kami sudah siapkan link di website yang bisa diakses langsung lewat sditniq.my.id. Di situ ada tutorial lengkap dari awal sampai akhir pendaftaran. Kalau yang offline, orang tua bisa langsung datang ke sekolah,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).
Ia mengatakan, pada awal pembukaan SPMB pihak sekolah sempat menargetkan sebanyak 60 siswa baru untuk mengisi tiga kelas. Namun, melihat kondisi ekonomi masyarakat saat ini, sekolah lebih memfokuskan target minimal sesuai jumlah siswa kelas 6 yang akan lulus tahun ini.
“Jadi, tahun ini kami hanya mengupayakan 36 siswa dan sekarang sudah ada 34 siswa,” ungkapnya.
Adapun sistem penerimaan dilakukan melalui tiga gelombang, yakni gelombang pertama pada 1 Maret hingga akhir Maret, gelombang kedua pada 1 April hingga akhir April, serta gelombang ketiga yang dimulai sejak 1 Mei dan masih berlangsung hingga saat ini.
Menurut Aufa, SDIT NIQ selama ini dikenal masyarakat sebagai sekolah yang kuat dalam program tahfidz Al-Qur’an. Program tersebut menjadi bagian utama yang berjalan berdampingan dengan pembelajaran umum.
“Setiap hari dari Senin sampai Jumat anak-anak diwajibkan menyetor hafalan. Program tahfidz dimulai pagi dari pukul 08.05 sampai 09.10 WIB,” jelasnya.
Selain tahfidz, siswa juga dibiasakan melaksanakan salat dhuha berjamaah, menghafal hadis, serta mengikuti berbagai kegiatan islami lainnya.
Tak hanya menonjol di bidang keagamaan, SDIT NIQ juga cukup aktif mencetak prestasi di bidang olahraga. Salah satunya cabang badminton yang berhasil meraih juara 1 selama dua tahun berturut-turut.
Di bidang olahraga lain, sekolah juga aktif mengembangkan bakat siswa pada cabang bola voli dan tenis meja.
“Kemarin ada seleksi Popda untuk cabang tenis meja dan satu siswa kelas 4 kami berhasil lolos seleksi,” katanya.
Meski belum memiliki jadwal ekstrakurikuler tertulis secara khusus, pihak sekolah terus mencari bibit-bibit potensial siswa melalui jam olahraga dan persiapan perlombaan.
Di akhir penyampaiannya, Aufa mengajak para orang tua agar tidak hanya fokus pada pendidikan umum, tetapi juga memperhatikan pondasi agama anak di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.
“Dari segi pembelajaran umum tidak ada bedanya dengan sekolah lain, namun kami memberikan nilai tambah kebaikan agama. Harapan kami, anak-anak bisa mendapatkan keseimbangan, dunia dapat, akhirat juga dapat,” pungkasnya. (KP).
Laporan: Dini










