EKONOMI PERBATASANKABAR PERBATASANKEUANGANNATUNASUARA RAKYATUMKM PERBATASAN

Metro GSM Natuna Bantu Warga Miliki HP Lewat Kredit, Juliana Singgung Ekonomi Sulit

×

Metro GSM Natuna Bantu Warga Miliki HP Lewat Kredit, Juliana Singgung Ekonomi Sulit

Sebarkan artikel ini
Pemilik Metro GSM Natuna, Juliana, membagikan cerita perjalanan usahanya sejak 2016 serta menghadirkan layanan kredit HP sebagai solusi bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

“Metro GSM Natuna menghadirkan layanan kredit handphone dengan proses mudah untuk membantu masyarakat mendapatkan perangkat komunikasi di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.”

Pemilik Metro GSM Natuna, Juliana, terus berupaya memberikan kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Natuna untuk memiliki handphone melalui layanan kredit dengan persyaratan sederhana. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini dinilai mengalami penurunan daya beli.

NATUNA – Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kebutuhan masyarakat terhadap perangkat komunikasi seperti smartphone terus meningkat. Namun kondisi ekonomi yang belum stabil membuat sebagian masyarakat harus mencari alternatif agar tetap bisa mendapatkan perangkat sesuai kebutuhan.

Melihat kondisi tersebut, Metro GSM Natuna yang berlokasi di Jalan Sudirman menghadirkan layanan kredit handphone melalui sejumlah perusahaan pembiayaan guna memberikan kemudahan kepada konsumen.

Pemilik Metro GSM Natuna, Juliana menjelaskan, layanan kredit menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki handphone, terutama dengan spesifikasi tinggi tanpa harus melakukan pembayaran penuh di awal.

“Sekarang ini dengan adanya sistem kredit, kami ingin lebih memudahkan customer untuk mengambil HP, walaupun dengan harga yang agak tinggi,” ujar Juliana kepada koranperbatasan.com saat diwawancarai di konternya, Senin (8/6/2026).

Juliana menceritakan, Metro GSM mulai berdiri sejak tahun 2016. Usaha tersebut awalnya hanya berupa konter kecil di kawasan Jalan Sudirman yang dirintis bersama suaminya secara mandiri.

Menurutnya, keberanian membuka usaha sendiri muncul dari pengalaman suaminya yang sebelumnya pernah bekerja di bidang penjualan handphone.

“Awalnya hanya toko kecil di bawah jembatan Jalan Sudirman. Pertama coba-coba saja, bukan dari orang tua. Suami dulu pernah kerja sama orang, dari pengalaman itu akhirnya mencoba buka konter sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lurah Batu Hitam Dorong Transformasi Digital Pelayanan Publik

Selama menjalankan usaha, Metro GSM terus berusaha mempertahankan kualitas pelayanan dan memberikan harga terbaik kepada pelanggan.

Namun Juliana tidak menampik bahwa dalam dua tahun terakhir kondisi ekonomi yang tidak menentu ikut memengaruhi daya beli masyarakat.

“Kalau usaha masih stabil, tapi untuk dua tahun terakhir memang ada mengalami penurunan. Kadang stabil, kadang turun. Tapi masih terbantu dengan adanya kredit ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini pembelian handphone secara tunai mulai mengalami penurunan. Kehadiran sistem kredit melalui beberapa layanan pembiayaan menjadi salah satu faktor yang membantu keberlangsungan usaha.

“Kalau tidak ada kredit, memang orang beli cash itu bisa dihitung jari. Dengan adanya kredit seperti Kredivo, Avanto dan sebentar lagi Fun Finance, itu lebih membantu,” katanya.

Juliana menjelaskan, selama setahun terakhir Metro GSM aktif bekerja sama dengan Avanto, terutama untuk pembiayaan produk Oppo. Ke depan, pilihan pembiayaan akan semakin diperluas agar masyarakat lebih mudah mendapatkan berbagai jenis smartphone.

“Setahun terakhir kami aktif di Avanto. Avanto itu untuk kredit Oppo. Tapi sekarang kami juga menyediakan kredit lainnya dan sebentar lagi ada Fun Finance,” jelasnya.

Selain memberikan pilihan cicilan, Metro GSM juga menawarkan proses pengajuan yang sederhana dan cepat tanpa persyaratan yang menyulitkan konsumen.

“Kreditnya gampang sekali, tanpa syarat yang menyusahkan. Cukup membawa KTP asli dan nomor handphone aktif, prosesnya bisa dibantu langsung,” tambahnya.

Meski layanan kredit membantu perputaran usaha, Juliana mengaku kondisi ekonomi Natuna saat ini tetap memberikan dampak terhadap pendapatan para pelaku usaha.

Ia menilai, keterlambatan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) juga berpengaruh terhadap perputaran ekonomi masyarakat, termasuk sektor perdagangan.

“TPP macet, kami pengusaha pun ada waktunya macet juga. Pemasukan lebih berkurang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Disperindagkopum Akui Anggaran UMKM Natuna Terbatas

Menurut Juliana, sebelum kondisi ekonomi mengalami perlambatan, omzet kotor Metro GSM bisa mencapai lebih dari Rp100 juta. Namun saat ini angka tersebut mengalami penurunan.

“Biasanya pemasukan bisa puluhan juta sampai Rp100 juta lebih. Itu masih kotor, kalau bersih bisa sekitar Rp40 juta. Sekarang sudah turun beberapa persen,” ujarnya.

Ia mengaku sering mendengar langsung keluhan masyarakat ketika ingin membeli handphone, namun masih terkendala kondisi keuangan.

“Kadang kalau kita tawarkan HP, jawabannya belum ada uang, TPP belum cair. Itu saja bunyinya,” ungkap Juliana.

Selain persoalan ekonomi, Juliana juga berharap pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat dan pelaku usaha, termasuk persoalan listrik, air, serta peluang kerja.

“Natuna ini perkembangan belum terasa. Listrik, air sering mati. Orang mau beli susah, kita mau stok barang pun susah. Dolar naik, semua naik, dompet tidak naik-naik ini,” ucapnya.

Juliana berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi untuk memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang ikut menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Untuk pemerintah, lebih pikirkan keadaan masyarakat Natuna ini agar bisa sama-sama berkembang. Jangan di pemerintah saja yang kenyang, kami masyarakat yang susah,” tuturnya.

Menurutnya, lapangan pekerjaan baru sangat dibutuhkan agar masyarakat memiliki sumber pendapatan dan tidak hanya bergantung pada satu sektor ekonomi.

“Tolonglah, kami meminta pemerintah menyediakan lapangan kerja di Natuna ini. Agar masyarakat tidak perlu selalu menunggu TPP cair hanya untuk bertahan hidup,” tutupnya penuh harap. (KP).


Laporan: Dini


 

📊 Views: 153

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *