“Kepala Kemenag Natuna mendorong MIS Darul Ulum terus memperkuat pendidikan karakter dan nilai keislaman agar mampu melahirkan pemimpin masa depan.”
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Natuna, H. Subadi, S.Ag., M.Si., mendorong MIS Darul Ulum untuk terus mencetak generasi berkarakter islami yang kelak mampu menjadi pemimpin masa depan.
NATUNA – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Natuna, H. Subadi, S.Ag., M.Si., menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan Expo Muharram 1448 Hijriah yang digelar Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darul Ulum Natuna.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dirangkaikan dengan pentas seni dan bazar sebagai bentuk pengembangan kreativitas, karakter, serta kemampuan peserta didik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Darul Ulum Natuna, H. Wan Indra Gunawan, S.H., bersama istri, Kepala MIS Darul Ulum, Hj. Siti Asmah, S.Pd.I., Pengawas Pendidikan Madrasah H. Rinaldi, para guru, orang tua siswa, serta seluruh peserta didik.
Dalam sambutannya, H. Subadi memberikan apresiasi terhadap perkembangan MIS Darul Ulum yang telah memasuki usia 23 tahun.
Menurutnya, madrasah bukan hanya tempat memberikan ilmu pengetahuan kepada anak, tetapi juga menjadi ruang perjuangan dalam membentuk akhlak dan karakter generasi penerus.
“Madrasah ini adalah lembaga perjuangan. Saya tahu persis perkembangan luar biasa tempat ini dari tahun ke tahun. Meskipun lelah, karena para guru mengabdi dengan ikhlas, kita tidak pernah berhenti dan tidak pernah pasrah dengan keadaan,” ujar H. Subadi, Kamis (18/6/2026).
Ia mengatakan, menjadi seorang guru madrasah memiliki tanggung jawab besar karena bukan hanya mengajarkan materi pelajaran, tetapi juga membangun kebiasaan baik sejak usia dini.
Menurutnya, proses mendidik anak membutuhkan kesabaran dan keikhlasan agar ilmu yang diberikan dapat menjadi keberkahan.
“Beratnya adalah tanggung jawab kita kalau tidak ikhlas. Tapi kalau ikhlas, insyaallah Allah akan mudahkan pengabdian kita dalam mendidik anak-anak,” ungkapnya.
Subadi menyebut, kebahagiaan seorang pendidik terlihat ketika mampu membawa perubahan terhadap peserta didik. Dari anak yang sebelumnya belum memahami aturan dan sopan santun, kemudian tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
“Saat mereka sudah bisa bersalaman, duduk rapi, dan mencium tangan guru, di situlah kebahagiaan seorang pendidik. Dari anak yang tidak mengerti apa-apa menjadi paham dan memiliki sopan santun,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Subadi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan keimanan.
Ia mengajak para guru untuk tidak memisahkan pendidikan umum dengan nilai agama, karena seluruh ilmu pada dasarnya dapat menjadi jalan mengenal kebesaran Allah SWT.
Salah satunya, ia memberikan contoh melalui pemahaman yang disebut sebagai Matematika Tauhid atau matematika akidah.
“Jangan berpikir matematika hanya urusan dunia. Tidak. Ini matematika tauhid,” katanya.
Ia menjelaskan, seluruh angka dalam matematika memiliki hubungan dengan angka satu sebagai permulaan. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa seluruh kehidupan juga berasal dari satu sumber utama.
“Tidak ada angka dua, tiga, empat sampai triliunan kecuali harus ada angka satu. Satu adalah wahdah. Siapa yang satu? Dialah Allah Rabbul Jalil,” jelasnya.
Karena itu, ia berharap guru MIS Darul Ulum dapat mengajarkan ilmu dengan tujuan lebih besar, yakni membangun generasi yang memiliki kecerdasan sekaligus keimanan.
“Yang mengajar matematika, fisika, kimia dan ilmu lainnya, jangan niatkan hanya untuk urusan dunia. Ikhlaskan untuk mendidik anak-anak agar memiliki akidah yang benar kepada Allah SWT,” pesannya.
Selain penguatan ilmu dan iman, H. Subadi juga mengapresiasi keberadaan fasilitas ibadah di lingkungan MIS Darul Ulum. Menurutnya, pendidikan agama harus diwujudkan melalui kebiasaan nyata seperti membaca Al-Qur’an dan melaksanakan salat berjamaah.
“Untuk apa diajarkan mengaji dan salat kalau tidak dilaksanakan. Jadi ilmu selesai, iman selesai. Al-Qur’an dan salat harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan seluruh tenaga pendidik agar selalu menjadi contoh bagi siswa dalam ucapan maupun tindakan. Sebab, kata dia, seorang guru memiliki peran besar sebagai figur yang akan diikuti oleh peserta didiknya.
“Guru itu digugu dan ditiru. Omongan guru itu diikuti oleh siswa. Karena itu dampingi anak-anak kita dalam implementasi ibadah,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, H. Subadi meminta seluruh kegiatan positif dan prestasi siswa MIS Darul Ulum terus dikembangkan serta didokumentasikan agar diketahui masyarakat luas. Ia berharap madrasah tersebut mampu melahirkan generasi hebat yang tetap berpegang pada nilai agama.
“Tidak perlu banyak bicara, tetapi tunjukkan inilah prestasi anak-anak kita. Mudah-mudahan dari MIS Darul Ulum lahir para pemimpin masa depan dengan karakter keislaman yang kuat,” pungkasnya.
Kegiatan Expo Muharram MIS Darul Ulum kemudian resmi dibuka oleh Kepala Kemenag Natuna tersebut dengan pembacaan basmalah.
Laporan: Dini










