“Perjalanan Toko MDC Natuna menjadi potret perjuangan pelaku UMKM di daerah perbatasan yang tetap bertahan di tengah melemahnya daya beli masyarakat.”
Pemilik Toko MDC Natuna, Lyly, mengungkapkan usaha yang telah dirintis sejak 2006 mampu bertahan hingga kini meski dihadapkan pada tantangan penurunan daya beli masyarakat pascapandemi Covid-19.
NATUNA — Bertahan selama hampir dua dekade di daerah perbatasan bukanlah perkara mudah. Namun, itulah yang berhasil dilakukan Toko MDC Natuna, sebuah usaha penyedia peralatan instalasi listrik dan perlengkapan memancing yang telah melayani masyarakat Ranai sejak tahun 2006.
Pemilik Toko MDC Natuna, Lyly, menceritakan bahwa usahanya tidak langsung menempati lokasi yang sekarang. Pada awal merintis, toko tersebut beroperasi di bangunan sewaan di kawasan Pantai Piwang sebelum akhirnya beberapa kali berpindah lokasi hingga memiliki ruko sendiri.
“Kami merintis dari tahun 2006. Awalnya sewa di dekat Pantai Piwang, dekat Sentra Hotel. Setelah satu tahun, pemiliknya mau menggunakan tempat itu untuk anaknya, sehingga kami pindah menyewa di Batu Hitam sekitar empat sampai lima tahun. Baru kemudian kami membeli ruko ini dan menetap sampai sekarang,” ujar Lyly kepada koranperbatasan.com saat ditemui di tokonya, Senin (23/6/2026).
Lyly mengatakan, keputusan dirinya bersama suami membuka usaha di Natuna berawal dari sulitnya bersaing di Kota Batam karena keterbatasan modal.
Menurutnya, sang suami beberapa kali melakukan survei ke Natuna sejak 2003 hingga 2005 sebelum akhirnya memutuskan menetap dan membangun usaha di daerah perbatasan tersebut.
“Waktu di Batam kami baru merintis usaha dengan modal yang sangat terbatas. Bersaing dengan pelaku usaha yang sudah memiliki modal besar tentu tidak mudah. Suami kemudian beberapa kali survei ke Natuna dan melihat daerah ini masih memiliki peluang untuk berkembang serta memberi ruang bagi kami untuk bertahan hidup,” kenangnya.
Pada masa awal berdiri, Toko MDC tidak hanya menjual peralatan listrik, tetapi juga menyediakan perlengkapan olahraga dan mainan anak-anak.
Seiring perkembangan usaha dan menyesuaikan kebutuhan pasar, toko tersebut kini memfokuskan usahanya pada penjualan peralatan instalasi listrik serta perlengkapan memancing yang banyak dibutuhkan masyarakat Natuna.
“Sekarang kami fokus pada peralatan instalasi listrik dan perlengkapan memancing. Barang-barang olahraga maupun mainan sudah tidak lagi kami jual,” jelasnya.
Menghadapi persaingan dengan perdagangan daring atau online, Lyly mengaku terus menyesuaikan harga agar tetap kompetitif sehingga masyarakat tidak perlu berbelanja ke luar daerah.
“Kami berusaha agar harga tidak terlalu jauh berbeda dengan toko online. Barang yang umum dibutuhkan masyarakat selalu kami sediakan dengan harga yang wajar sehingga pembeli bisa langsung melihat kualitas barang sebelum membeli,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui kondisi ekonomi masyarakat Natuna sejak pandemi Covid-19 mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Menurutnya, hampir seluruh sektor usaha merasakan dampak melemahnya daya beli masyarakat, tidak hanya toko yang menjual peralatan listrik maupun perlengkapan memancing, tetapi juga pedagang kebutuhan pokok.
“Sejak pandemi memang kami merasakan penurunan. Daya beli masyarakat berkurang sehingga hampir semua sektor usaha terdampak,” ungkapnya.
Lyly menjelaskan, seluruh barang dagangan di Toko MDC didatangkan dari luar daerah, seperti Jakarta, Tanjungpinang, dan Pontianak.
Karena itu, keberlangsungan usaha sangat bergantung pada stabilnya perputaran ekonomi masyarakat Natuna.
“Dulu kami masih bisa mengandalkan perputaran uang dari kalangan ASN. Sekarang kondisi mereka juga tidak mudah karena banyak kebutuhan dan cicilan. Harapan kami sekarang tinggal kepada nelayan dan masyarakat yang memiliki kebun, tetapi jumlahnya juga terbatas,” tuturnya.
Di tengah kondisi tersebut, Lyly berharap Pemerintah Kabupaten Natuna mampu menghadirkan kebijakan yang dapat mendorong kembali perputaran ekonomi daerah.
Ia menilai, tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini bukan hanya terjadi di Natuna, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi nasional maupun global.
“Secara global memang kondisi ekonomi sedang lemah sehingga tidak mudah memperbaikinya dalam waktu singkat. Namun kami berharap Bupati Natuna, Bu Cen, dengan pengalaman dan kemampuannya dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menggerakkan kembali roda perekonomian daerah,” harapnya.
Menutup perbincangan, Lyly mengajak masyarakat Natuna untuk datang langsung melihat produk yang tersedia di Toko MDC.
“Tak kenal maka tak sayang. Datanglah dulu, lihat sendiri kualitas barang dan harganya. Mudah-mudahan bisa cocok dan menjadi pelanggan tetap,” pungkasnya.
Laporan: Dini










