EKONOMI PERBATASANKEUANGANNATUNASUARA RAKYATUMKM PERBATASAN

Natuna Lesu, Pedagang Bakso: Omzet Anjlok Sejak Pertengahan 2025

×

Natuna Lesu, Pedagang Bakso: Omzet Anjlok Sejak Pertengahan 2025

Sebarkan artikel ini
Sri Lestari, pemilik usaha bakso dan mie ayam di Natuna, saat berada di warungnya yang mengalami penurunan omzet sejak 2025.

“Pelaku UMKM di Natuna mengeluhkan penurunan drastis omzet usaha sejak 2025, seiring melemahnya daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi daerah yang dinilai semakin lesu.”

Pemilik usaha Bakso dan Mie Ayam Bude Lestari di Ranai, Sri Lestari, mengungkapkan kondisi ekonomi di Natuna mengalami penurunan signifikan yang berdampak langsung pada pendapatan usahanya, Selasa (17/3/2026).

NATUNA – Kondisi ekonomi di Kabupaten Natuna kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pelaku usaha kecil mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Sri Lestari, pemilik usaha Bakso dan Mie Ayam yang telah berjualan selama kurang lebih 15 hingga 16 tahun, mengungkapkan bahwa penurunan pendapatan mulai terasa sejak pertengahan tahun 2025.

“Kalau zaman sekarang ini bukan meningkat, tapi merosot perekonomian di Natuna. Jauh sekali turunnya,” ujarnya saat ditemui di warungnya.

Menurutnya, sebelum kondisi ekonomi melemah, omzet usaha yang ia jalankan tergolong stabil dan cukup tinggi. Dalam sehari, ia mengaku mampu meraih pendapatan hingga jutaan rupiah.

“Dulu sebelum 2025 itu masih lumayan. Per hari bisa sampai Rp5 juta, kadang Rp6 juta, paling turun ya Rp4,5 juta. Rata-rata segitu,” katanya.

Namun saat ini, kondisi tersebut berubah drastis. Ia menyebutkan omzet yang diperoleh kini bahkan tidak mencapai setengah dari pendapatan sebelumnya.

“Sekarang jauh, separuhnya saja tidak ada,” ungkapnya.

Sri Lestari menjelaskan, salah satu penyebab utama menurunnya pendapatan adalah kenaikan harga bahan pokok yang tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual.

“Sembako naik terus, mahal. Tapi kita tidak bisa menaikkan harga jual. Dari dulu sampai sekarang tetap, karena ekonomi di sini sedang turun. Kalau kita naikkan harga, nanti pembeli makin berkurang,” jelasnya.

Baca Juga:  Anggaran Disnakertrans Natuna Minim, Penguatan UMKM Dipertanyakan

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya dukungan nyata terhadap pelaku UMKM, terutama dalam hal permodalan dan pelatihan yang berkelanjutan.

“Kalau pelatihan dulu ada, tapi sifatnya hanya teori, bukan praktik. Sekarang sudah lama tidak ada lagi. Untuk bantuan modal usaha juga tidak ada yang khusus untuk pedagang kecil seperti kami,” katanya.

Sri Lestari mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan permodalan dari pemerintah daerah untuk mengembangkan usahanya. Selama ini, ia lebih banyak mengandalkan usaha mandiri.

Lebih jauh, ia menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah agar membuka peluang investasi guna meningkatkan perekonomian Natuna.

“Kalau kita ingin maju, harus ada investor masuk. Harus ada pabrik atau perusahaan (PT) di Natuna supaya membuka lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran industri di Natuna akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, terutama bagi lulusan sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Setiap tahun banyak anak SMA yang lulus, tapi tidak semuanya bisa kuliah. Mereka butuh pekerjaan. Banyak yang datang ke tempat saya tanya lowongan, sampai saya merasa kasihan,” ujarnya.

Ia juga menilai kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap tenaga kerja dari luar daerah tidak seharusnya menjadi penghalang masuknya investasi.

“Jangan takut nanti yang kerja orang luar. Memang bagian teknisi mungkin dari luar, tapi yang lain tetap bisa menyerap tenaga kerja lokal,” katanya.

Sri Lestari menegaskan bahwa tanpa adanya investasi dan pembukaan lapangan kerja baru, kondisi ekonomi Natuna berpotensi terus menurun.

“Kalau tidak ada investor masuk, tidak ada pabrik, ekonomi di sini akan terus melemah. Pendapatan daerah juga tidak ada. Ke depan bisa semakin turun, bukan naik,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan memberikan peluang usaha serta pekerjaan bagi masyarakat Natuna. (KP).

Baca Juga:  Cen Sui Lan Diuji, Marzuki Nilai UMKM Natuna Jalan di Tempat Bahkan Penurunan

Laporan: Dini


 

📊 Views: 49

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *