“Sekretaris Apindo Natuna, Johnliauw, menilai kemajuan ekonomi tidak hanya bergantung pada investasi, tetapi juga ditentukan oleh disiplin kerja, penegakan hukum, dan kualitas moral generasi muda.”
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Natuna, Johnliauw, S.E., menilai pertumbuhan ekonomi di daerah tidak dapat dipisahkan dari kedisiplinan sumber daya manusia, penegakan hukum yang konsisten, serta pembangunan karakter generasi muda.
NATUNA — Pengusaha sekaligus Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Natuna, Johnliauw, S.E., menyampaikan pandangannya mengenai berbagai persoalan yang dinilai memengaruhi perkembangan ekonomi Indonesia, khususnya di Kabupaten Natuna.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang sedang melambat bukan hanya terjadi di Natuna, tetapi merupakan dampak situasi ekonomi global yang dirasakan hampir seluruh daerah.
Meski demikian, ia menilai masih terdapat berbagai persoalan di dalam negeri yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi belum berjalan maksimal.
“Kita tidak bisa seratus persen menyalahkan pemerintah daerah ataupun presiden karena situasinya memang global. Tetapi secara jujur harus diakui masih banyak pekerjaan rumah di dalam negeri yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi tidak berjalan maksimal,” ujar Johnliauw kepada koranperbatasan.com saat ditemui di Toko MDC, Senin (23/6/2026).
Ia mengatakan, anggaran pembangunan akan memberikan manfaat lebih besar apabila dikelola secara efektif, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
“Anggaran yang sudah ada seharusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal. Namun apabila terjadi penyimpangan, tentu hasil pembangunan juga tidak akan optimal,” katanya.
Disiplin Menjadi Kunci Kemajuan
Berbekal pengalaman bekerja di sejumlah perusahaan besar, seperti Salim Group, Sinar Mas Group, serta perusahaan asal Jepang dan Singapura, Johnliauw menilai budaya disiplin menjadi faktor utama yang membedakan kemajuan sebuah lembaga maupun negara.
Ia membandingkan budaya kerja di perusahaan swasta dengan yang pernah ia amati di sektor pemerintahan.
“Di perusahaan tempat saya bekerja dulu, terlambat satu menit saja sudah mendapat teguran. Lima hari berturut-turut tidak masuk tanpa keterangan langsung diberhentikan. Semua pekerjaan memiliki target dan pertanggungjawaban yang jelas,” ungkapnya.
Menurutnya, apabila budaya disiplin tersebut diterapkan secara konsisten oleh seluruh unsur pemerintahan maupun masyarakat, pembangunan akan berjalan lebih cepat.
“Kalau ASN, TNI, Polri, termasuk eksekutif, legislatif, dan yudikatif bekerja dengan disiplin yang sama, saya percaya negara ini akan jauh lebih maju,” tegasnya.
Penegakan Hukum Perlu Diperkuat
Selain persoalan ekonomi, Johnliauw juga menyoroti pentingnya penegakan hukum dan sosialisasi berbagai regulasi kepada masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menurutnya masih belum banyak diketahui masyarakat.
Menurutnya, berbagai aturan mengenai ketertiban umum maupun perlindungan hak masyarakat seharusnya disosialisasikan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Undang-undang sudah ada, tetapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Sosialisasi harus dilakukan secara masif agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya,” ujarnya.
Johnliauw mengaku selama ini berupaya membantu penyebaran informasi hukum melalui berbagai grup WhatsApp yang diikutinya sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat.
“Tujuannya sederhana, supaya masyarakat mengetahui aturan yang berlaku dan lebih menghargai hak orang lain,” katanya.
Pendidikan Karakter Generasi Muda
Pria yang juga menjadi tenaga pengajar sukarela di Wonderkid Sempoa selama sekitar 12 tahun itu mengaku memiliki perhatian besar terhadap pembentukan karakter generasi muda.
Baginya, mengajar bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membangun karakter anak-anak.
“Setiap kali mengajar, tujuan saya bukan hanya mengajarkan berhitung, tetapi ikut membangun generasi yang memiliki moral dan karakter yang baik,” tuturnya.
Ia mengaku prihatin melihat banyak anak menghabiskan waktu dengan gawai dan media sosial tanpa diimbangi aktivitas yang mampu meningkatkan kualitas diri.
Menurutnya, pendidikan karakter harus menjadi perhatian bersama, baik oleh keluarga, sekolah, maupun pemerintah.
Harapkan Langkah Nyata
Di akhir wawancara, Johnliauw berharap pemerintah terus memperkuat reformasi birokrasi, penegakan hukum, peningkatan kualitas pendidikan, serta menghadirkan kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Cara kerja kita harus tuntas sampai tahap pelaksanaan. Ketika setiap kebijakan benar-benar dijalankan dengan disiplin, ketulusan, dan tanggung jawab, saya yakin perubahan besar akan terjadi,” pungkasnya.
Laporan: Dini










