EKONOMI PERBATASANKEUANGANNATUNAUMKM PERBATASAN

D’AIA Fried Chicken Hadirkan Ayam Saus Guyur Kekinian di Natuna Favorit

×

D’AIA Fried Chicken Hadirkan Ayam Saus Guyur Kekinian di Natuna Favorit

Sebarkan artikel ini
Desi, pemilik D'AIA Fried Chicken, menunjukkan menu andalan berupa ayam saus guyur dan ayam geprek di gerainya yang berlokasi di kawasan Pantai Piwang, Kota Ranai, Kabupaten Natuna. Usaha kuliner berbasis keluarga ini menghadirkan berbagai pilihan saus kekinian dengan harga terjangkau untuk seluruh kalangan.

“Mengusung konsep ayam goreng tepung dengan inovasi saus guyur dan ayam geprek nusantara, D’AIA Fried Chicken hadir meramaikan persaingan kuliner di Kota Ranai dengan menu kekinian yang menyasar seluruh kalangan.”

Pemilik usaha D’AIA Fried Chicken, Desi, menghadirkan konsep kuliner ayam goreng tepung yang dipadukan dengan beragam pilihan saus kekinian di Kota Ranai, Kabupaten Natuna. Setelah menjalankan usaha rumahan selama sekitar satu setengah tahun, kini ia membuka gerai baru di kawasan Pantai Piwang sebagai langkah mengembangkan bisnis keluarganya.

NATUNA – Desi menceritakan, sebelum menetap di Natuna dirinya sempat mencari referensi usaha saat berada di Kota Pontianak. Melihat banyak pelaku usaha kuliner yang berkembang di sana, ia kemudian terdorong untuk mencoba membuka usaha sendiri.

Awalnya, D’AIA Fried Chicken dijalankan dari garasi rumah dengan skala kecil. Setelah memiliki pelanggan tetap, usaha tersebut berkembang hingga akhirnya membuka gerai di kawasan Pantai Piwang yang mulai beroperasi sekitar tiga pekan lalu.

“Sebelum di Natuna saya sempat di Pontianak dan banyak belajar dari teman-teman yang punya usaha kecil. Dari situ saya tertarik mencoba. Awalnya buka di garasi rumah sekitar satu setengah tahun, kemudian sekarang kami membuka gerai di Pantai Piwang supaya lebih mudah melayani pelanggan,” ujar Desi kepada koranperbatasan.com, Senin (7/7/2026).

Gerai tersebut melayani pelanggan mulai pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB atau sampai seluruh menu habis terjual.

Menurut Desi, nama D’AIA Fried Chicken memiliki makna khusus karena merupakan gabungan huruf depan nama seluruh anggota keluarganya.

“Huruf D diambil dari nama saya, Desi. A dari anak saya Arya, I dari nama suami saya Iwan, dan A terakhir dari anak saya Alif. Jadi usaha ini memang usaha keluarga,” jelasnya.

Baca Juga:  RM Mbak Yu Pertahankan Resep Jawa, Ayam Kremes Tetap Diburu Warga

Salah satu menu yang menjadi pembeda dibandingkan gerai ayam goreng lainnya adalah ayam dengan saus guyur, yakni saus yang disiram langsung di atas ayam goreng tepung sehingga tetap mempertahankan tekstur renyah pada bagian luar.

Desi mengaku konsep tersebut terinspirasi dari tren kuliner yang sedang berkembang dan kemudian dikombinasikan dengan menu ayam geprek yang lebih dahulu dijualnya.

“Kalau ayam saus ini memang baru sekitar tiga minggu. Saya melihat konsepnya sedang viral, jadi saya mencoba menghadirkannya dengan cara saus disiram langsung, bukan dicelup seperti kebanyakan,” katanya.

Pilihan saus yang tersedia antara lain barbecue, lada hitam, hot wing, dan keju. Selain itu, pelanggan juga dapat memilih menu ayam geprek dengan sambal merah maupun sambal hijau.

Dari seluruh menu yang ditawarkan, varian barbecue, ayam geprek, dan original fried chicken menjadi menu yang paling banyak dipesan pelanggan.

Untuk harga, D’AIA Fried Chicken menawarkan berbagai pilihan paket mulai dari Rp10.000 hingga Rp26.000.

Ayam saus tanpa nasi dijual mulai Rp10.000 per porsi. Paket ayam goreng dengan nasi dibanderol Rp15.000, sedangkan ayam saus maupun ayam geprek lengkap dengan nasi dijual Rp18.000. Adapun paket lengkap dengan tambahan minuman ditawarkan mulai Rp21.000 hingga Rp26.000 sesuai pilihan menu.

Meski baru membuka gerai baru, Desi mengaku masih fokus menata operasional usaha sebelum melakukan promosi secara lebih luas.

“Sekarang kami masih memaksimalkan bahan baku dan pelayanan dulu. Kalau semuanya sudah benar-benar siap, baru nanti kami akan lebih gencar melakukan promosi,” ungkapnya.

Desi juga mengakui perjalanan membangun usaha tidak selalu mudah. Pengalaman menghadapi persaingan ketat di Pontianak menjadi bekal berharga sebelum mengembangkan usaha di Natuna.

Baca Juga:  Buaya 3,5 Meter dari Pulau Laut Dilepaskan ke Sungai Penarik

“Kalau di Pontianak persaingannya luar biasa. Di Natuna tentu ada persaingan juga, tetapi menurut saya masih lebih kondusif. Alhamdulillah sampai sekarang usaha ini berkembang dengan baik,” ujarnya.

Ke depan, Desi berharap D’AIA Fried Chicken dapat terus berkembang dan membuka cabang baru di Kabupaten Natuna.

“Harapan saya tentu usaha keluarga ini bisa semakin maju. Mudah-mudahan nanti bisa menambah satu cabang lagi sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati produk kami,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 84

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *