KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Efisiensi Negara, Resiliensi Warga: Siapa Sebenarnya yang Berhemat?

×

Efisiensi Negara, Resiliensi Warga: Siapa Sebenarnya yang Berhemat?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi dompet tipis berisi uang receh di samping dokumen “Efisiensi Anggaran” mencerminkan realita rakyat yang harus berhemat di tengah kebijakan pemangkasan belanja negara.

Ketika negara menggembar-gemborkan efisiensi, seharusnya ada timbal balik berupa perlindungan bagi warga yang terdampak langsung. Resiliensi warga bukanlah tameng yang bisa terus dieksploitasi. Jika terus dibiarkan, ketimpangan akan menganga lebih lebar, dan kepercayaan publik terhadap negara bisa runtuh.

Efisiensi fiskal tidak boleh mengorbankan fondasi sosial. Dalam jangka panjang, resiliensi warga tidak cukup hanya dipuji sebagai kekuatan, tapi harus diperkuat melalui kebijakan yang berpihak, subsidi tepat sasaran, reformasi pajak progresif, hingga jaminan perlindungan sosial yang inklusif.

Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan negara bukan hanya seberapa kecil defisit anggarannya, tapi seberapa besar kemampuannya menjaga warganya tetap hidup layak, bermartabat, dan tak dipaksa berhemat sendirian.


Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan


📊 Views: 17
Baca Juga:  Defisit Perlindungan Sosial di Tengah Efisiensi Anggaran Negara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *