Sudah saatnya pemerintah meninjau ulang prioritas kebijakan ekonominya. Bukan hanya memoles citra melalui statistik nasional, tapi juga memperhatikan indikator kesejahteraan rakyat seperti daya beli, kecukupan gizi, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta rasa aman finansial di tingkat keluarga.
Ketika rakyat menjerit di tengah kabar bahwa ekonomi sedang tumbuh, itu pertanda bahwa pertumbuhan tersebut belum menyentuh kehidupan nyata.
Jika pertumbuhan hanya menyejahterakan sebagian, maka sesungguhnya itu bukan pertumbuhan yang adil, melainkan pengabaian yang sistematis.
Maka, kita patut bertanya ulang: untuk siapa sebenarnya ekonomi ini tumbuh?
Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan










