KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Harga Naik, Bantuan Menyusut: Rakyat Dipaksa Pandai Bertahan

×

Harga Naik, Bantuan Menyusut: Rakyat Dipaksa Pandai Bertahan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kondisi rakyat yang harus bertahan hidup di tengah kenaikan harga dan menyusutnya bantuan sosial.

Rakyat tak menolak efisiensi. Tapi ketika efisiensi itu berarti memotong bantuan dan subsidi tanpa memperbaiki pendapatan, maka yang terjadi adalah ketimpangan. Pemerintah berbicara tentang penataan ulang anggaran, tapi tak menjelaskan secara terbuka mengapa yang paling terdampak selalu warga kecil.

Tak sedikit keluarga yang kini mengganti sumber protein utama dengan alternatif lebih murah, atau bahkan mengurangi frekuensi makan. Ini bukan pilihan, tapi keterpaksaan. Dan itu bukan sekadar soal bertahan, tapi soal bagaimana negara memperlakukan warganya.

Bantuan sosial yang seharusnya menjadi jaring pengaman makin sempit sasarannya. Banyak warga yang tak lagi memenuhi kriteria, meski kondisinya belum membaik. Di sisi lain, birokrasi distribusi masih menyisakan tanya, dari penyaluran yang lambat hingga akurasi data penerima.

Harga-harga yang naik juga tak berdiri sendiri. Ia ikut membawa efek domino ke biaya transportasi, biaya pendidikan, hingga biaya kesehatan. Maka tekanan ekonomi ini bukan hanya menghantam satu sisi, tapi melingkupi seluruh aspek hidup.

📊 Views: 15
Baca Juga:  Ketika Rasionalisasi Anggaran Berujung Krisis Dapur: Siapa yang Tanggung Jawab?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *