“Kelurahan Ranai Darat, Kabupaten Natuna, akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 dengan mengusung konsep “Dari Rakyat untuk Rakyat”, menghadirkan perayaan berbasis gotong royong yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa mengandalkan sumbangan uang tunai.”
Lurah Ranai Darat, A Era Juein Marisa, S.Sos., mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kelurahan Ranai Darat akan dipusatkan pada Minggu, 23 Agustus 2026, setelah jadwal pelaksanaan disesuaikan melalui musyawarah bersama para Ketua RT dan RW. Perayaan tahun ini mengangkat tema “Dari Rakyat untuk Rakyat” sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi aktif masyarakat dalam membangun kelurahan.
NATUNA – Kelurahan Ranai Darat, Kabupaten Natuna, akan menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 dengan konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat melalui semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Lurah Ranai Darat, A Era Juein Marisa, S.Sos., menjelaskan penetapan jadwal puncak perayaan dilakukan setelah melalui pembahasan bersama para Ketua RT dan RW. Awalnya kegiatan direncanakan pada 14 Agustus, namun diundur karena bertepatan dengan hari sekolah dan agenda pawai budaya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setelah mempertimbangkan berbagai kegiatan masyarakat, puncak perayaan akhirnya ditetapkan pada Minggu, 23 Agustus 2026, agar seluruh warga, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua, dapat ikut berpartisipasi.
“Kami ingin semua masyarakat bisa ikut. Anak-anak tidak sekolah, orang tua juga bisa hadir, sehingga seluruh warga dapat menikmati perayaan bersama,” ujar A Era kepada koranperbatasan.com, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan akan dimulai sejak pukul 06.00 WIB di Kantor Lurah Ranai Darat dengan senam bersama yang dilanjutkan jalan sehat sambil memungut sampah di sepanjang rute perjalanan.
Rute jalan sehat dimulai dari Kantor Lurah Ranai Darat, melewati Masjid Ibnu Salim, memutar di SMP Negeri 4 Bunguran Timur, kemudian kembali ke Kantor Lurah. Seluruh peserta akan membawa kantong sampah sebagai bentuk edukasi dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Usai kegiatan tersebut, masyarakat akan menikmati bubur kacang bersama sebelum dilanjutkan pembagian doorprize, lelang tumpeng, serta berbagai perlombaan tradisional.
Sebanyak lima RW di Kelurahan Ranai Darat turut berpartisipasi dalam kegiatan lelang tumpeng. Masing-masing RW menyetor modal awal sebesar Rp200 ribu, sehingga terkumpul dana awal sebesar Rp1 juta.
Apabila hasil lelang melebihi nilai modal awal, kelebihan dana tersebut akan dikembalikan kepada masing-masing RW sebagai dana pembinaan untuk mendukung kegiatan gotong royong berikutnya.
Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai permainan rakyat, seperti lomba makan kerupuk dan lari karung untuk anak-anak, serta joget balon bagi peserta dewasa.
Dalam rangka mengenang sejarah berdirinya Kelurahan Ranai Darat, panitia turut mengundang seluruh mantan lurah sejak periode pertama hingga sekarang untuk mengikuti prosesi pemotongan tumpeng bersama sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka membangun kelurahan.
A Era mengatakan konsep “Dari Rakyat untuk Rakyat” benar-benar diterapkan dalam penyediaan hadiah doorprize. Seluruh hadiah berasal dari partisipasi masyarakat tanpa adanya pengumpulan sumbangan uang.
Petani menyumbangkan hasil kebun seperti pisang, salak, nenas, semangka, dan kelapa. Nelayan turut menyumbangkan hasil tangkapan berupa ikan segar, sedangkan para pelaku usaha memberikan berbagai hadiah, mulai dari sepeda anak, 19 unit kipas angin dari Waterboom Harmain sesuai usia kelurahan, mesin cuci, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.
“Kami tidak meminta uang. Kami mengajak masyarakat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Petani, nelayan, pengusaha, semuanya ikut ambil bagian. Inilah makna sebenarnya dari rakyat untuk rakyat,” jelasnya.
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kelurahan Ranai Darat sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat tanpa membedakan latar belakang pekerjaan maupun kondisi ekonomi.
Persiapan lokasi kegiatan pun dilakukan secara gotong royong. Warga bersama Ketua LPMK membersihkan lahan kosong di depan Kantor Lurah yang akan digunakan sebagai lokasi utama senam dan pusat kegiatan.
Sehari sebelum puncak acara, masyarakat juga akan menggelar hiburan rakyat berupa karaoke bersama sebagai ajang mempererat silaturahmi.
Menutup keterangannya, A Era mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-19 sebagai penguat persatuan dan semangat membangun Kelurahan Ranai Darat.
“Usia 19 tahun ini ibarat usia remaja yang penuh semangat. Saya berharap masyarakat Ranai Darat tetap kompak, saling merangkul, dan bersama-sama membangun kelurahan ini menjadi lebih baik,” pungkasnya. (KP).
Laporan: Dini










