“Momen haru mewarnai kegiatan pawai dan pagelaran seni SD Negeri 001 Ranai ketika salah satu guru senior, Huzaidi, S.Pd., menyampaikan pesan perpisahan menjelang purna bakti setelah lebih dari satu dekade mengabdi di sekolah tersebut.”
Guru SD Negeri 001 Ranai, Huzaidi, S.Pd., menyampaikan salam perpisahan dan rasa syukur menjelang masa purna bakti dalam kegiatan pawai dan pagelaran seni sekolah. Di hadapan kepala sekolah, mantan kepala sekolah, serta majelis guru, ia mengenang perjalanan pengabdiannya yang telah berlangsung selama lebih dari 10 tahun.
NATUNA — Suasana haru menyelimuti kegiatan pawai dan pagelaran seni yang digelar SD Negeri 001 Ranai, Sabtu (30/5/2026). Pada kesempatan tersebut, salah satu guru senior yang memasuki masa purna bakti tahun ini, Huzaidi, S.Pd., menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh kepada seluruh keluarga besar sekolah.
Mengawali sambutannya, Huzaidi mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan dan kesempatan yang masih diberikan hingga dirinya dapat menikmati masa purna bakti.
Ia mengaku bersyukur karena masih diberikan kesempatan menyelesaikan masa pengabdiannya dengan baik hingga memasuki masa pensiun.
“Kami merasa bersyukur karena masih diberikan kesempatan menikmati masa purna bakti. Banyak rekan-rekan kami yang tidak sampai pada titik ini, ada yang baru mendekati masa pensiun, bahkan ada yang lebih dahulu meninggalkan kita,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Huzaidi juga mengenang awal mula dirinya bergabung di SD Negeri 001 Ranai pada tahun 2015. Saat itu, ia mulai bertugas tidak lama setelah mantan Kepala Sekolah, Abdullah, memimpin sekolah tersebut.
“Pertama kali saya bergabung di SDN 001 Ranai ini pada tahun 2015. Saat itu bersama Bapak Abdullah. Beliau lebih dahulu masuk, kemudian setelah itu baru saya,” kenangnya.
Selama lebih dari 10 tahun mengabdi sebagai tenaga pendidik, Huzaidi mengaku banyak pengalaman, pelajaran, dan kenangan yang diperoleh bersama keluarga besar SD Negeri 001 Ranai.
Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rekan kerja apabila selama menjalankan tugas terdapat sikap maupun tindakan yang kurang berkenan.
“Lebih kurang 10 tahun lebih sedikit saya bertugas di sini. Mungkin ada banyak kekurangan dalam saya membina karier maupun saat mengajar di sekolah ini. Untuk itu, atas nama pribadi saya memohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” tuturnya.
Tak lupa, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada kepala sekolah serta seluruh majelis guru yang selama ini telah membersamainya dalam suka maupun duka.
Menurutnya, kekompakan dan kebersamaan yang terjalin di lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor yang membuat dirinya mampu menyelesaikan masa pengabdian hingga memasuki purna bakti.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada kepala sekolah dan rekan-rekan majelis guru atas kekompakan dan kebersamaan yang terjalin selama ini sehingga saya bisa sampai pada titik akhir pengabdian hari ini,” katanya.
Di penghujung sambutannya, Huzaidi mengaku berat meninggalkan sekolah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Namun ia menyadari bahwa usia dan ketentuan waktu merupakan hal yang tidak dapat dihindari.
“Tidak dapat saya bayangkan, rasanya ingin selama-lamanya berada di sini. Tetapi apa daya, usia juga yang menentukannya. Jika sudah sampai waktunya, maka tidak ada yang bisa menghalangi. Terima kasih,” pungkasnya.
Laporan: Dini










