BUDAYA PERBATASANNATUNAPOTRET PERBATASAN

Wujudkan Toleransi Nyata, Kampung Moderasi Penagi Kurban Lima Ekor Sapi

×

Wujudkan Toleransi Nyata, Kampung Moderasi Penagi Kurban Lima Ekor Sapi

Sebarkan artikel ini
Suasana kebersamaan terlihat saat warga Kampung Tua Penagi bergotong royong melakukan proses pemotongan, pengemasan, dan pembagian daging kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut menjadi simbol kuatnya toleransi, solidaritas, dan semangat berbagi di Kampung Moderasi Beragama Penagi, Kabupaten Natuna.

“Semangat toleransi dan gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Kampung Tua Penagi, Kabupaten Natuna, melalui pelaksanaan kurban lima ekor sapi pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.”

Ketua RW 04 Penagi, Edi Kurniawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dengan jumlah lima ekor sapi. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama terjalin di Kampung Tua Penagi.

NATUNA — Kampung Tua Penagi kembali menunjukkan wajah harmonis kehidupan bermasyarakat saat perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M. Tahun ini, masyarakat setempat berhasil melaksanakan kurban sebanyak lima ekor sapi, jumlah terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua RW 04 Penagi, Edi Kurniawan, mengatakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Jika biasanya hanya berkisar tiga hingga empat ekor sapi, pada tahun ini jumlahnya mencapai lima ekor.

“Tahun ini yang paling banyak. Biasanya hanya tiga sampai empat ekor, sekarang mencapai lima ekor sapi,” ujarnya kepada koranperbatasan.com saat ditemui di Penagi, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Edi, keberhasilan pelaksanaan kurban tersebut tidak lepas dari semangat gotong royong seluruh warga yang terlibat sejak awal proses pengumpulan dana hingga pembagian daging kurban.

Menariknya, semangat kebersamaan itu tidak hanya datang dari warga Muslim. Masyarakat Tionghoa yang tinggal di kawasan Penagi juga turut membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kalau untuk kendala tidak ada. Semua ikut bekerja sama dan bergotong royong. Warga Tionghoa di sini juga ikut membantu,” katanya.

Semangat toleransi yang telah menjadi ciri khas Kampung Moderasi Penagi juga tercermin dalam proses pembagian daging kurban. Seluruh warga mendapatkan bagian tanpa memandang latar belakang agama.

Baca Juga:  Bupati Natuna Sulit Ditemui, Pedagang Sri Panglima Bersuara Keras

Edi menjelaskan, setiap warga Muslim menerima satu kilogram daging kurban, sedangkan warga non-Muslim mendapatkan setengah kilogram daging.

“Untuk warga Muslim masing-masing menerima satu kilogram daging. Warga non-Muslim juga tetap mendapatkan bagian sebanyak setengah kilogram,” ungkapnya.

Proses penyembelihan hewan kurban dipusatkan di area depan gerbang Kota Tua Penagi, tepat di samping lapangan voli. Setelah setiap ekor sapi selesai disembelih, daging diangkut menggunakan kendaraan pikap menuju area depan masjid untuk proses pengulitan, penimbangan, dan pembagian kepada warga.

Dari total lima ekor sapi yang dikurbankan tahun ini, dua ekor berasal dari swadaya masyarakat Penagi, sementara tiga ekor lainnya merupakan bantuan dari para donatur dan rekan-rekan di luar kawasan tersebut.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Edi berharap jumlah peserta kurban dapat terus bertambah pada tahun-tahun mendatang.

Untuk mewujudkan hal itu, pihaknya berencana melakukan sosialisasi secara langsung kepada warga mengenai program iuran kurban yang telah dibuka sejak awal tahun.

“Harapan saya ke depan semakin banyak masyarakat yang ikut berkurban. Mungkin masih ada yang belum mengetahui bahwa iuran kurban sudah dibuka sejak selesai Idul Adha tahun sebelumnya. Tahun depan saya akan langsung mendatangi rumah-rumah warga untuk mengajak mereka berpartisipasi,” pungkasnya.


Laporan: Dini


 

📊 Views: 7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *