Masalahnya, kebijakan yang lahir sering terlalu jauh dari kenyataan. Disusun berdasarkan data statistik, tapi lupa suara mereka yang terpinggirkan. Di sinilah letak ketimpangan itu tumbuh. Negara sibuk dengan angka, sementara rakyat sibuk menyiasati sisa uang harian.
Rakyat kecil tidak anti pemerintah, mereka justru yang paling patuh, paling sabar, dan paling siap menyesuaikan diri. Tapi bila terus dipaksa menanggung tanpa diberi pelindung, akan sampai kapan mereka bisa bertahan?
Sudah saatnya pemerintah berhenti menyuapi rakyat dengan janji. Sudah saatnya keberpihakan dibuktikan lewat tindakan nyata, harga terjangkau, bantuan tepat sasaran, dan kebijakan yang berpihak.
Bukan sekadar untuk menenangkan opini publik, tapi untuk menyelamatkan kehidupan yang sesungguhnya.
Oleh : Dhitto Adhitya, Redaktur Koran Perbatasan










