KABAR PERBATASANRAGAM PERBATASANTANJUNGPINANG

Tanjungpinang Krisis Air Bersih, Warga Menjerit Kekeringan Parah

×

Tanjungpinang Krisis Air Bersih, Warga Menjerit Kekeringan Parah

Sebarkan artikel ini
Potret salah satu sumber air bersih di Tanjungpinang terlihat kering membuat warga kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. Sabtu (22/3/2026).

“Sejumlah wilayah di Tanjungpinang mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang menyebabkan sumur warga dan sumber air mulai mengering.”

Warga terdampak krisis air bersih di Tanjungpinang, Elsa, mengatakan kondisi sumur di lingkungannya kini hampir kering sehingga kebutuhan air sehari-hari menjadi sulit terpenuhi.

TANJUNGPINANG – Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kota Tanjungpinang dalam beberapa waktu terakhir akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Minimnya curah hujan menyebabkan sumber air menyusut, bahkan beberapa waduk yang selama ini menjadi penyuplai air tawar mengalami penurunan debit secara signifikan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, wilayah yang terdampak antara lain Kampung Bugis, Senggarang, Batu 9, Jalan Batu Naga, Jalan Transito, Jalan Raja Haji Fisabilillah, Jalan Hanglekir, hingga Jalan Garuda. Di kawasan tersebut, banyak sumur warga yang mulai mengering dan tidak lagi mampu mencukupi kebutuhan air sehari-hari.

Kondisi ini memaksa masyarakat mencari berbagai alternatif, mulai dari membeli air hingga memanfaatkan sumber air lain yang masih tersedia. Namun, situasi semakin sulit karena pasokan air bersih dari penjual juga mulai terbatas.

Elsa, warga Jalan Hanglekir, mengungkapkan bahwa kondisi air di wilayahnya sudah sangat memprihatinkan.

“Air di sumur sudah hampir habis. Kadang kami harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi sekarang air pun susah didapat karena penjual juga kesulitan. Dampaknya sangat terasa sejak beberapa minggu terakhir,” ujarnya saat ditemui di kawasan Batu 9, Sabtu (22/3/2026).

Hal serupa disampaikan oleh Riki, warga Jalan Garuda, yang mengaku aktivitas rumah tangga menjadi terganggu akibat keterbatasan air.

“Sekarang harus benar-benar hemat air. Kami juga saling mengingatkan antar tetangga supaya tidak boros karena persediaan semakin menipis,” katanya.

Baca Juga:  Desa Ceruk Akan Sulap Lahan Tidur Menjadi Sawah

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sejumlah sumur yang biasa menjadi sumber air bagi penjual air bersih juga ikut mengering. Hal ini membuat distribusi air menjadi semakin terbatas dan berdampak langsung pada masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, muncul solidaritas antarwarga yang saling mengingatkan untuk menghemat penggunaan air serta memprioritaskan kebutuhan pokok. Namun demikian, masyarakat berharap adanya perhatian dan solusi dari pihak terkait untuk mengatasi krisis air bersih yang semakin meluas.

Dengan kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, warga diimbau untuk menggunakan air secara bijak serta menjaga kebersamaan dalam menghadapi situasi sulit ini. (KP).


Laporan: Venti


 

📊 Views: 18

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *