KEUANGANOPINISALAM PERBATASAN

Negara Hemat, Rakyat Tercekik: Di Mana Batas Keadilan Fiskal?

×

Negara Hemat, Rakyat Tercekik: Di Mana Batas Keadilan Fiskal?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi timbangan berat sebelah menggambarkan ketimpangan keadilan fiskal, saat anggaran negara diselamatkan, tetapi kebutuhan rakyat dikorbankan.

Ketika negara mengencangkan ikat pinggang fiskalnya, suara-suara dari lapisan masyarakat terbawah justru terdengar semakin pelan, bukan karena mereka diam, tetapi karena makin tercekik oleh beban yang ditinggalkan negara.

 

DALAM teori ekonomi publik, fiskal kontraktif adalah langkah pemerintah untuk mengurangi pengeluaran dan defisit anggaran. Dalam praktiknya, langkah ini sering diterjemahkan dalam bentuk penghapusan program sosial, pemangkasan subsidi, dan pembekuan belanja daerah. Sayangnya, efisiensi dari atas kerap berarti beban di bawah.

Keadilan fiskal seharusnya mengandung prinsip distribusi beban secara proporsional, mereka yang memiliki kapasitas lebih, menanggung porsi lebih besar, mereka yang rentan, harus dilindungi. Namun dalam situasi saat ini, kebijakan efisiensi justru memukul kelompok yang tak punya ruang menyesuaikan diri. Rakyat kecil tak bisa mengalihkan beban fiskal kepada siapa pun, mereka hanya bisa berhemat lebih jauh, mengorbankan kebutuhan dasar, bahkan pendidikan dan kesehatan.

Dampak mikro dari efisiensi makro bisa terlihat jelas di pasar tradisional yang lesu, antrean di puskesmas yang mengular karena keterbatasan obat, atau anak-anak yang terpaksa putus sekolah karena beasiswa dihentikan. Ini adalah bentuk nyata ketimpangan struktural yang tak tercermin dalam laporan neraca negara.

📊 Views: 7
Baca Juga:  Tumbuhan Laut yang Kaya Vitamin dan Berharga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *