Penulis : Denia Putri
Jurusan : Budidaya Perairan
Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan
Nim : 190254243043
PENYU HIJAU merupakan penyu yang paling sering terlihat di laut tropis. Ciri paling menonjol dari Penyu Hijau adalah memiliki kepala kecil dan paruh tumpul. Spesies ini memiliki tubuh berwarna abu-abu, hitam, atau kecokelatan. Lalu kenapa dinamai Penyu Hijau?. Nama Penyu Hijau sendiri berasal dari warna lemak di bawah sisik yang berwarna hijau.
Berbeda dengan Penyu Belimbing yang bisa bertelur empat sampai lima kali permusim. Penyu Hijau hanya bertelur sekali dalam tiga sampai empat tahun. Penyu Hijau, penyu terbesar yang kini terancam punah.

Penyu Hijau (Chelonia mydas) merupakan salah satu penyu terbesar di dunia. Nama penyu ini diambil dari warna bagian telinganya yang kehijauan, meski kebanyakan warna tubuh Penyu Hijau berwarna coklat atau kuning kehijauan.
Keberadaan Penyu Hijau (Chelonia mydas) tersebar luas di lautan tropis dan sub tropis seluruh dunia. Dari segi ekologis, Penyu Hijau sendiri mempunyai peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir dan hamparan lamun. Kegiatan penyu yang memakan lamun dapat menambah produktivitas lamun.
Hamparan lamun sendiri merupakan rumah bagi banyak satwa laut lainnya. Lamun juga sering digunakan ikan untuk bertelur dan pemijahan. Penyu menahan pertumbuhan lamun untuk tumbuh terlalu rimbun, sehingga tidak menghalangi sinar matahari menembus ke dalam laut, yang berguna untuk menunjang kehidupan ikan dan satwa laut lainnya.
Namun sayangnya kini kehidupannya terancam punah diakibatkan perburuan liar yang berlebihan dan kerusakan habitatnya. (KP).
Kiriman Pembaca koranperbatasan.com Selasa, 17 Desember 2019










